JombangBanget.id - Pengasuh Pondok Pesantren Halimiyah Tambakberas, Jombang, KH Lukman Hakim, menjelaskan keutamaan sedekah.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Sedekah apabila telah keluar dari tangan pemiliknya, berada di tangan Allah sebelum sampai ke tangan penerima. Kemudian sedekah itu berkata lima kalimat,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Senin (3/8).
Pertama, ’’dahulu aku sedikit, lalu engkau menjadikanku banyak.’’ Jangan pernah meremehkan sedekah hanya karena jumlahnya kecil.
Baca Juga: Tamu Kehormatan
Rasulullah bersabda: Jagalah diri kalian dari neraka walaupun dengan bersedekah separuh kurma.
Allah juga berfirman: Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya (QS Saba' 39).
Rasulullah pernah menceritakan pelacur dari Bani Israil yang memberi minum seekor anjing yang kehausan.
Karena kasih sayangnya kepada makhluk, Allah mengampuni dosa pelacur tersebut.
Baca Juga: Tersangkut Tanaman Air, Jasad Wanita Ditemukan Mengambang di Sungai Brantas Jombang
Yang sedikit di mata manusia, bisa jadi sangat besar di sisi Allah Ta’ala.
Kedua, ’’dahulu aku kecil, lalu engkau menjadikanku besar.’’ Pahala sedekah dilipatgandakan oleh Allah Ta’ala.
Allah Ta'ala berfirman: Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Dia akan melipatgandakannya untuknya dengan kelipatan yang banyak? (QS Al-Baqarah 245).
Allah bahkan memberikan gambaran yang sangat indah: Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai; pada setiap tangkai ada seratus biji.
Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki (QS Al-Baqarah 261).
Satu biji menjadi tujuh ratus. Itulah gambaran bagaimana Allah melipatgandakan pahala sedekah.
Baca Juga: Setengah Tahun, Retribusi Daerah Jombang Kantongi Rp 215 Miliar
Rasulullah bersabda: Barang siapa bersedekah senilai sebutir kurma dari hasil usaha yang baik—dan Allah tidak menerima kecuali yang baik—maka Allah menerimanya dengan tangan kanan-Nya, kemudian mengembangkannya bagi pemiliknya.
Sebagaimana salah seorang di antara kalian memelihara anak kuda, hingga sedekah itu menjadi sebesar gunung.
Ketiga, ’’dahulu aku menjadi musuh, lalu engkau mencintaiku.’’
Harta dapat menjadi jalan kebaikan, tetapi juga dapat menjadi sumber kesombongan, keserakahan, dan kelalaian apabila hati terlalu mencintainya.
Baca Juga: Cabuli Anak Angkat Sejak SMP, Oknum Pengurus Gereja di Jombang Ditahan
Allah Ta'ala mengingatkan: Bermegah-megahan telah melalaikan kamu (QS At-Takatsur 1).
Sebelum bersedekah, kita merasa berat melepaskan harta. Setelah terbiasa bersedekah, ia justru merasakan kebahagiaan ketika dapat berbagi.
Rasulullah bersabda: Sedekah tidaklah mengurangi harta.
Imam Ibnu Atha'illah as-Sakandari dalam Al-Hikam memberikan nasihat yang sangat indah: Infakkan apa yang ada di dalam kantong, niscaya akan datang kepadamu apa yang berada di alam gaib.
Keempat, ’’dahulu aku fana, lalu engkau menjadikanku kekal.’’
Rasulullah bersabda; Yang kamu makan akan jadi kotoran, yang kamu pakai akan usang, yang kamu sedekahkan akan kekal.
Baca Juga: Kejari Jombang Panggil Dinkop UM, Minta Dokumen KPRI Sejahtera
Abdurrahman bin Auf pernah membeli kurma busuk dengan harga normal niat sedekah.
Namun kemudian kurma busuk itu dibeli orang dengan harga dua kali lipat karena buat obat.
Kelima, ’’dahulu engkau menjagaku, sekarang aku menjadi penjagamu.’’
Manusia cenderung menjaga hartanya. Khawatir hartanya hilang.
Baca Juga: Tak Lagi Dipotong, Simpanan Wajib ASN KPRI Sejahtera Jombang Dihentikan
Namun ketika harta dikeluarkan di jalan Allah, harta itu berubah menjadi amal yang menjaga pemiliknya.
Rasulullah bersabda: Setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya hingga diputuskan perkara di antara manusia.
Sedekah juga menjadi tameng dari api neraka. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz