JombangBanget.id - Pengasuh Pondok Pesantren Al Manshuriyah, Kalijaring, sekaligus Ketua MUI Kecamatan Tembelang, JombangKH Nur Kholis, menjelaskan pentingnya meneladani Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dalam interaksi sosial.
’’Ada banyak teladan dari Rasulullah dalam interaksi sosial. Di antaranya seperti yang disebutkan di QS Al-Hijr ayat 88,’’ tuturnya, Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (5/8).
Di situ Allah Ta’ala berfirman: Janganlah sekali-kali engkau tujukan pandanganmu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka, dan janganlah engkau bersedih hati terhadap mereka, serta rendahkanlah pundakmu terhadap orang-orang yang beriman.
Ayat ini turun sebagai penghibur Nabi Muhammad ketika melihat orang-orang musyrik memiliki kekayaan, kemewahan dan kekuatan.
Sementara kaum muslimin hidup dalam keterbatasan. Allah mengingatkan Rasulullah agar tidak silau dengan kenikmatan dunia yang diberikan kepada orang-orang kafir, karena semua itu hanyalah kesenangan sementara.
Rasulullah diminta memusatkan perhatian kepada nikmat iman, wahyu dan orang-orang mukmin yang menjadi saudara seperjuangan.
QS Al-Hijr ayat 88 mengajarkan lima akhlak mulia; Tidak silau terhadap kemewahan dunia. Tetap berbuat baik kepada semua manusia dalam urusan muamalah yang halal.
Baca Juga: KPRI Sejahtera Jombang Ternyata Punya Utang Bank Jatim Rp 2,64 Miliar
Banyak mensyukuri nikmat sendiri daripada menghitung nikmat orang lain. Tidak larut dalam kesedihan karena perlakuan manusia, tetapi menggantungkan kebahagiaan kepada Allah.
Bersikap rendah hati, lembut, dan penuh kasih kepada sesama mukmin sebagai saudara dunia dan akhirat.
Kelima pelajaran ini merupakan akhlak Rasulullah yang tetap relevan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat hingga hari ini.
Pertama, Rasulullah tetap memuliakan tamu meski harus berutang.
Suatu hari Rasulullah kedatangan tamu. Kemudian membeli bahan makanan dari seorang Yahudi secara utang dengan menggadaikan baju besinya.
Ini menunjukkan, Rasulullah tetap menjaga kehormatan tamu dan keluarganya meskipun kondisi ekonomi sedang sulit.
Baca Juga: Polemik KPRI Sejahtera, ASN Pemkab Jombang Resah Dana Simpanan Terancam Tak Cair
Kedua, muamalah dengan non-muslim diperbolehkan. Islam mengajarkan toleransi dalam urusan muamalah selama tidak mengandung kezaliman dan tidak bertentangan dengan syariat.
Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Mumtahanah 8. Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang yang tidak memerangimu karena agama.
Ini menjadi dalil bolehnya bermuamalah dengan non-muslim selama transaksi tersebut halal dan tidak membantu kemaksiatan.
Ketiga, janganlah engkau tujukan pandanganmu kepada kenikmatan yang diberikan kepada orang lain (QS. Al-Hijr: 88).
Baca Juga: Usai Pindah ke Perak, PAD Parkir Barang Jombang Susut
Ayat ini mengajarkan agar manusia tidak sibuk membandingkan kehidupan dengan orang lain.
Rasulullah bersabda: Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian. Itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah Ta’ala.
Imam Ibnul Qayyim berkata: Siapa yang memandang nikmat Allah yang ada pada dirinya, ia akan mencintai Allah. Siapa yang sibuk memandang nikmat orang lain, ia akan mudah dengki.
Keempat, dan janganlah engkau bersedih terhadap mereka (QS Al-Hijr 88).
Kebahagiaan seorang mukmin tidak bergantung pada penilaian manusia, tetapi pada kedekatannya dengan Allah Ta’ala.
Baca Juga: Terungkap Setelah Korban Hamil, Ayah Tiri di Jombang Ditahan
Allah juga berfirman: Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram (QS Ar-Ra'd 28).
Kelima, rendahkanlah pundakmu kepada orang-orang yang beriman (QS Al-Hijr 88).
Maksudnya ialah bersikap tawaduk, lembut, penyayang, dan menghormati sesama muslim. (jif)
Editor : Ainul Hafidz