JombangBanget.id – Pemkab Jombang kebobolan parah dan jadi korban peretasan.
Bahkan, sebanyak 100 ribu data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jombang bocor dan kini dijual bebas di darkweb.
Informasi kebocoran data Bapenda Jombang tersebut diungkap salah satu akun media sosial X @DailyDarkWeb.
Baca Juga: Kena Hack, Akun Instagram KPU Jombang Unggah Lelang iPhone
Dalam sebuah unggahan yang diposting Senin (27/4), akun itu mengunggah temuan data yang diduga berasal dari sistem layanan pemerintah daerah.
’’A threat actor claims to have leaked data from Jombang Regional Revenue Agency (bapenda.jombangkab.go.id) in East Java, Indonesia (seorang pelaku ancaman mengklaim telah membocorkan data dari Dinas Pendapatan Daerah Jombang bapenda.jombangkab.go.id) di Jawa Timur, Indonesia),’’ tulis akun tersebut dikutip, Selasa (28/4).
Dalam unggahan yang sama, akun @DailyDakrWeb juga melaporkan data yang bocor berisi sekitar 100.000 catatan (2025-2026) dalam format CSV.
Baca Juga: Kemenkeu Mudahkan Wajib Pajak dengan Implementasi CTAS
Akun itu menjelaskan data yang bocor mencakup berbagai informasi sensitif.
Mulai dari nama warga, nomor telepon, hingga detail permintaan layanan pajak dan administrasi.
Tak hanya itu, dataset tersebut juga memuat jenis aplikasi layanan, status pemrosesan, data lokasi seperti desa dan kecamatan, hingga metadata internal seperti petugas entri, jadwal penanganan, dan catatan administrasi.
Akun tersebut menilai sistem yang diretas kemungkinan merupakan platform pengelolaan layanan publik dan pajak daerah, sehingga tingkat sensitivitas data dinilai sangat tinggi.
’’Sistem ini tampaknya mengelola permintaan layanan publik dan terkait pajak, sehingga data tersebut sangat sensitif bagi warga dan operasi pemerintah…. Risiko meliputi penipuan yang ditargetkan, peniruan identitas, dan penyalahgunaan alur kerja layanan pemerintah,’’ tutupnya. (riz)
Editor : Achmad RW