JombangBanget.id – Komisi B DPRD Kabupaten Jombang menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Perumda Aneka Usaha Seger, Rabu (1/10).
Kegiatan itu, dilakukan sebagai bentuk evaluasi kinerja perusahaan daerah yang bergerak di sektor usaha kesehatan.
’’Kita ingin mengetahui sejauh mana capaian Perumda Aneka Usaha Seger dalam setahun terakhir,’’ kata Ketua Komisi B DPRD Jombang, Anas Burhani.
Evaluasi ini penting agar perusahaan milik daerah tersebut bisa lebih berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
’’Apa saja yang sudah dilakukan Perumda Aneka Usaha Seger dan bagaimana hasilnya? Kalau untung berapa, kalau rugi berapa? Tahun 2024 ini, laba yang sudah dihasilkan mencapai sekitar Rp 348 juta,’’ urainya.
Ada masukan dari anggota dewan agar status Perumda Aneka Usaha Seger dikaji untuk diubah menjadi perseroan.
Dengan status baru tersebut, ruang lingkup usaha akan lebih luas karena bisa menggandeng pihak ketiga.
’’Kalau tetap Perumda itu terbatas. Kalau menjadi perseroan bisa lebih leluasa. Tapi harus ada kajian dan rencana bisnis yang jelas. Jangan sampai sudah berubah status tapi kinerjanya tetap sama. Target kami, pendapatan Perumda ini bisa meningkat signifikan setiap tahun sehingga mendongkrak PAD Jombang yang masih minim,’’ tegasnya.
Sementara itu, Direktur Perumda Aneka Usaha Seger, Muhammad Nasir, menyambut baik dukungan dari legislatif.
Ia menilai sinergi eksekutif dan legislatif sangat penting, terutama dari sisi regulasi, untuk memperkuat posisi perusahaan daerah.
’’Kalau statusnya perseroda, kami bisa lebih leluasa mengembangkan bisnis dan menggandeng pihak ketiga. Tanpa itu, peningkatan PAD agak sulit. Selama ini, masyarakat tahunya Perumda hanya sebatas pelayanan kesehatan. Ke depan, kami berharap setiap kecamatan bisa memiliki layanan,’’ jelasnya.
Saat ini, usaha apotek dan layanan kesehatan yang dikelola Perumda terus menunjukkan tren positif.
Rata-rata kenaikan laba sekitar 25 persen per tahun. Ia menargetkan pada 2025 kontribusi PAD dari Perumda Aneka Usaha Seger meningkat 40 persen, atau sekitar Rp 280 juta.
’’Lima tahun ke depan kami menyiapkan usaha baru agar perusahaan lebih berkembang. Dengan adanya penambahan unit usaha, kami optimistis kontribusi terhadap PAD akan terus meningkat,’’ tegasnya. (yan/jif)
Editor : Ainul Hafidz