Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tiga Klan Besar Ini Berpeluang Maju Pilbup Jombang, Pengamat Politik: Kekuatan Berimbang, Miliki Persimpangan Politik

Azmy endiyana Zuhri • Jumat, 21 Juni 2024 | 23:46 WIB
Ilustrasi Pilbup Jombang.
Ilustrasi Pilbup Jombang.

JombangBanget.id – Pengamat poltik dari Universitas Darul Ulum Jombang, Mukari menilai Warsubi, Mundjidah Wahab, dan Sumrambah yang mewakili tiga klan besar (Mojokrapak, Tambakberas, dan Bareng) memiliki peluang besar pada Pemilihan Bupati (pilbup) 2024 mendatang.

Jika salah satu dari tiga klan ini bergabung diprediksi akan menjadi kekuatan yang cukup dominan.

”Sejak awal saya menganalisa tiga klan besar ini mereka mempunyai kekuatan yang berimbang. Saya melihat dari klan ini belum ada yang dominan,” ujar Mukari kepada Jawa Pos Radar Jombang (20/6).

Menurutnya, tiga klan itu, masing-masing klan Mojokrapak yang diwakili figur Warsubi, klan Tambakberas yang diwakili Mundjidah Wahab.

Dan klan Bareng yang diwakili figur Sumrambah mempunyai kekuatan yang berimbang dan justru saling tarik menarik.

”Dalam politik ini masih saling mengintip menunggu momentum sekiranya menguntungkan mereka,” katanya.

Menurut Mukari, saat ini ketiganya saling mengintip untuk menggandeng siapa.

Sebab, masing-masing memiliki persimpangan politik.

”Masing-masing memiliki persimpangan politik sendiri-sendiri,” katanya.

Seperti halnya Warsubi, lanjut Mukari, keluarganya banyak di Gerindra, tapi Warsubi sendiri tidak dalam posisi kader.

Akan tetapi, wacananya Warsubi digadang-gadang dicalonkan dari gerindra tapi justru yang memberikan rekom dulu adalah PKB.

Baca Juga: Namanya Masuk Bursa Pilbup Jombang, Pj Bupati Sugiat Akui Banyak Parpol Merapat

”Jika ditarik ke atas peta politik nasional PKB tidak di dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM),” katanya.

Sedangkan Mundjidah sendiri saat ini secara partai mengalami penurunan suara.

Dibandingkan pada Pilbup 2018 lalu, kekuatan Mundjidah jauh menurun.

Sehingga, majunya mantan Bupati Jombang pilbup kali ini tidak bakal semulus dulu.

”Penurunan jumlah kursi terlebih lagi tidak masuknya PPP ke parlemen menjadi persoalan yang harus dibaca kader PPP untuk memenangkan Mundjidah nanti,” ungkapnya.

Sumrambah sendiri, lanjut Mukari, juga dalam posisi berhati-hati untuk bergandengan dengan siapa. Karena ada beban yang cukup berat untuk maju.

Karena pascakekalahan PDIP dalam pilpres tentunya DPP PDIP juga sangat hati-hati menurunkan rekomnya ke siapa nantinya akan diturunkan.

”Jadi, saat ini persaingannya cukup ketat. Karena mempunyai persimpangan politik masing-masing,” ungkapnya.

Lantaran mempunyai kekuatan yang merata, wakil atau pasangan mereka ini akan menjadi penentu untuk mendulang suara.

”Kekuatan mereka merata jadi wakil ini menentukan mendulang suara,” tandasnya.

Jadi, menurut Mukari, situasi peta politik di Pilbup Jombang masih penuh teka-teki, masih penuh misteri.

Dan situasi ini yang juga harus diperhatikan oleh masyarakat Jombang.

”Yang paling tahu sebenarnya calonnya sendiri dan DPP masing-masing,” tegasnya.

Disinggung terkait peluang munculnya tiga paslon dalam Pilbup Jombang mendatang, Mukari menyebut peluang itu tetap ada.

Namun, dalam penilainnya, paslon ketiga ini akan berat.

”Kalau saya sendiri berhadap ada semacam kelas-kelas civil society yang mampu menghadirkan tokoh yang mampu Mengghadirkan perubahan Jombang, siapa?, apalagi ada wacana-wacana sepak terjang pak Pj Bupati (Sugiat, Red) kemarin cukup mengkhwatirkan, jangan-jangan pak Pj nanti yang maju. Jadi, membaca situasi politik Jombang saat ini masih penuh teka-teki dan penuh misteri,” singkatnya. (yan/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#tiga #mundjidah wahab #Sumrambah #Klan #Warsubi #Jombang #pilbup