JombangBanget.id - Meski namanya santer dikaitkan dalam kontestasi Pilbup Jombang, Pj Bupati Jombang Sugiat hingga kini belum memantapkan pilihan sikapnya alias masih pikir-pikir.
Namun demikian, Kepala Badan Intelijen Negara (Kabinda) Sulawesi Barat mengaku banyak didekati partai politik.
”Kalau partai politik yang mendekati saya, terus terang saja banyak. Tapi saya sampaikan, saya ini ASN. Tidak bisa saya daftar, cuma kalau ditanya apakah ingin maju (Pilbup) berkali-kali saya sampaikan, saya intinya ingin ndandani Jombang,” tegas Sugiat.
Sugiat menuturkan, saat ini dirinya baru berusia 57 tahun.
Sebagai ASN, ia memiliki waktu tiga tahun hingga pensiun dari posisinya sebagai ASN BIN.
”Kenapa saya mesti berfikir banyak? Karena jangan sampai saya sudah mengorbankan masa kerja saya 3 tahun, ikut pilkada, kemudian gagal terus punya utang. Ini yang tidak saya ingin,” tambahnya dibarengi tersenyum lebar.
Pria kelahiran Desa Japanan, Kecamatan Gudo, Jombang ini mengaku terpanggil untuk ikut dalam kontestasi Pilbup Jombang 2024.
”Kalau saya ditanya soal keinginan, ya ada keinginan, karena ini kampung halaman saya. Kalau saya mengejar jabatan, saya sudah dapat di BIN. Tapi, kenapa saya mau jadi Pj, karena ini kampung halaman saya,” papar dia.
Saat ini, Sugiat mengaku masih ingin tetap fokus menjalankan amanahnya sebagai Pj Bupati Jombang.
Ia mengaku, sering blusukan ke desa-desa untuk menyerap aspirasi masyakat.
”Saya ingin Jombang menjadi lebih baik. Dan Jombang ke depan butuh pemimpin visioner. Yang punya pandangan jauh ke depan," ujar Sugiat.
Karena masih menurut Sugiat, tidak mungkin jika ada permasalahan, warga diminta untuk datang ke pendopo.
"Justru kita yang harus jemput bola. Jombang butuh pemimpin yang kuat, sehat. Karena kalau tidak, mana mungkin bisa keliling kampung menyerap aspirasi masyarakat,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz