JombangBanget.id - Keputusan DPP PKB memberikan rekomendasi kepada Warsubi untuk menjadi calon Bupati Jombang dalam Pilbup 2024 mendapat tanggapan dari publik.
Pengamat politik Jombang Mukari menilai keputusan tersebut sah-sah saja dalam tataran politik praktis.
”Sikap ini dalam tataran politik praktis sah-sah saja karena ujung dari proses politik adalah kekuasaan,” kata Mukari kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Di sisi lain, Mukari menilai keputusan ini seolah menunjukkan bahwa PKB tidak percaya pada kader sendiri.
”Beberapa waktu yang lalu Ketua Umum PKB (Muhaimin Iskandar), sempat mengeluarkan statemen yang disampaikan dengan nada bercanda bahwa Cak Imin cenderung tidak percaya terhadap kader sendiri. Mungkin pencalonan Warsubi merupakan implementasi dari sikap itu,” imbuh dosen Fisipol Undar.
Menurutnya, jika dikaitkan dengan idealisme sistem kepartaian, Mukari menilai keputusan PKB kurang tepat.
”Apalagi posisi PKB sebagai partai pemenang di Jombang. Apa tidak selayaknya PKB mencalonkan kadernya sendiri untuk menuju Jombang Satu. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan kepada publik, gagalnya sistem kaderisasi kepemimpinan yang dibangun partai politik,” bebernya.
Disinggung terkait sikap politik yang diambil PKB dengan Warsubi, Mukari menilai tidak terjadi secara tiba-tiba.
”Saya kira ndak ada sikap politik yang terjadi tanpa by design, tampak depan seolah-olah berjalan sendiri, panggung belakang yang tak nampak ini, yang justru menentukan,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, langkah Warsubi maju Pilbup Jombang kian mulus.
DPP PKB memberikan rekomendasi kepada Warsubi untuk maju sebagai calon bupati Jombang.
Baca Juga: Pilbup Jombang, PDIP Optimistis Usung Kader Terbaik, PKS Tak Buka Pendaftaran Bacabup
Namun, rekom itu belum menyebut satu paket pasangan bakal calon karena hingga kini pembahasan bacawabup belum final.
Penyerahan rekom DPP PKB dilakukan jajaran pengurus di Graha DPC PKB Jombang, Selasa (14/5) sore. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz