JombangBanget.id – Kebakaran melanda Pasar Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang, Kamis (22/10) sekitar pukul 02.00 WIB.
Sebanyak 54 kios pedagang di blok W, X, Y, dan Z hangus dilalap api.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran yang diduga sementara akibat korsleting listrik.
Baca Juga: Tragis! Pelajar 15 Tahun Tewas dalam Kecelakaan di Diwek Jombang
Api berkobar sekitar pukul 02.00 WIB. Kobaran dengan cepat membesar dan merembet ke lapak-lapak di blok W, X, Y, dan Z.
Sejumlah pedagang panik. Sebagian berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, sementara lainnya berupaya menyelamatkan barang dagangan.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) ke lokasi.
Petugas berjibaku menjinakkan api. Setelah hampir tiga jam penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik di salah satu lapak.
Baca Juga: Penjualan Bibit Buah di Jombang Lesu, Mangga dan Alpukat Bertahan
Namun, penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.
”Dugaan sementara karena korsleting listrik. Api sudah berhasil dipadamkan,” jelas Kalaksa BPBD Jombang Wiku F Diaz.
Di antara pedagang yang terpukul akibat kebakaran itu adalah Munjana, 54. Tiga kios miliknya yang menjual sepatu, sandal, dan tas ludes terbakar.
Ironisnya, barang dagangan yang baru dibeli beberapa hari sebelumnya ikut hangus.
”Baru kulakan, barang masih penuh. Kondisinya hangus semua,” bebernya.
Munjana mengaku mendapat kabar kebakaran sekitar pukul 01.30. Dia langsung bergegas menuju pasar dengan harapan bisa menyelamatkan barang dagangan.
Rencana ziarah ke Kajen, Jawa Tengah, bersama adik-adiknya pun terpaksa dibatalkan.
Baca Juga: Limbah Tahu di Jombang Dikembangkan Jadi Sumber Listrik
Namun, setibanya di lokasi, api sudah telanjur membesar. Dia tak bisa masuk ke area kios untuk menyelamatkan barang-barangnya.
”Saya dihubungi orang, dibilangi kalau lapak saya terbakar. Saya ke sini sudah terbakar hebat, tidak bisa masuk. Kerugian bisa sampai ratusan juta,” ungkap warga Dusun Sumoyono, Desa Cukir, tersebut.
Kehilangan tiga kios sekaligus membuat Munjana harus menanggung kerugian besar. Meski demikian, dia berusaha tabah menghadapi musibah yang menghanguskan sumber penghasilannya itu.
Munjana berharap bisa segera kembali berjualan dengan memanfaatkan satu lokasi miliknya yang masih tersisa.
Baca Juga: RSUD Jombang Gelar Lomba Tari, Bidik Inovasi Pelayanan
”Ya semuanya kaget, masih ngejer. Tapi dikembalikan kepada Allah. Harus sabar,” ujarnya.
Terpisah, Kapolsek Diwek AKP Darul Huda mengatakan, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah pihak, termasuk pedagang dan pengelola pasar, juga dimintai keterangan untuk mengungkap penyebab kebakaran.
”Kita lakukan identifikasi. Kita juga menggali keterangan dari pedagang pasar termasuk dari pengelola pasar,” terangnya.
Hingga kemarin, polisi belum memastikan penyebab kebakaran.
Meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, penyelidikan masih terus dilakukan. Darul juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
”Penyebab kebakaran masih kita dalami. Dugaan awal disebabkan peristiwa korsleting listrik. Untuk korban jiwa, alhamdulillah nihil,” tandasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz