Ponpes Al Hikmah Jombang Terbakar, Api Lahap Dua Lantai

Achmad RW • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 13:58 WIB
Kebakaran melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hikmah di Dusun Tanggungan, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Jombang, Jumat (2/10). (Achmad RW/Radar Jombang)
Kebakaran melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hikmah di Dusun Tanggungan, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Jombang, Jumat (2/10). (Achmad RW/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Api membakar Pondok Pesantren Al Hikmah di Dusun Tanggungan, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Jombang, Jumat (2/10) sekitar pukul 10.10 WIB.

Kebakaran menghanguskan sejumlah ruangan di lantai dua dan tiga, termasuk laboratorium, perpustakaan, ruang kegiatan santri, dan gudang, yang diduga dipicu korsleting listrik.

Pengasuh Ponpes Al Hikmah Nur Laily Sa’adah mengatakan, munculnya api diketahui sekitar pukul 10.10 WIB. Saat kejadian dirinya masih mengajar di sekolah.

Baca Juga: Truk Bawa Sapi Terguling di Tol Jombang-Mojokerto, Muatan Lepas

Dia mendapat kabar dari keluarga dan santri setelah api sudah membesar.

’’Kejadiannya itu sekitar pukul 10.10. Waktu itu saya masih mengajar di sekolah dan diberitahu keluarga dan santri, itu api sudah membesar,” terangnya.

Menurut Nur Laily, sebagian santri saat itu berada di sekitar gedung. Mereka sempat mendengar suara seperti benda terbakar sebelum melihat api membumbung. Kondisi tersebut membuat para santri panik.

’’Anak-anak dengar suara ktretek-ktretek, kemudian panik dan saling menangis,” ujarnya.

Baca Juga: PT Annisa Mangkir dari Panggilan Kemenhaj, Refund Belum Pasti

Dia mengaku belum mengetahui pasti titik awal munculnya api. Namun, berdasarkan posisi bangunan, api diduga pertama muncul di sekitar ruang kegiatan yang berada di sebelah laboratorium.

’’Kalau lihat posisinya kemungkinan di sebelah lab, ruang kegiatan anak-anak,’’ katanya.

Api kemudian membesar dan menjalar ke lantai dua hingga tiga. Sejumlah barang yang tersimpan di gudang, termasuk kasur, membuat api cepat membesar.

Bangunan yang terdampak meliputi ruang laboratorium, perpustakaan, ruang kegiatan santri, serta gudang.

Nur Laily menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Terlebih, instalasi listrik di bangunan tersebut sebelumnya mendapat sejumlah penambahan untuk menyesuaikan kebutuhan pesantren.

’’Kemungkinan korslet. Instalasinya memang kami akui agak kurang benar, karena ada penambahan-penambahan dari pihak kami,” ungkapnya.

Baca Juga: Student Journalism: Istiqamah Santri

Meski sejumlah fasilitas terbakar, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Lantai dasar gedung yang terdampak digunakan sebagai asrama dan dihuni sekitar 80 santri putra.

Sejumlah peralatan praktik, termasuk komputer dan perlengkapan menjahit, juga berhasil diselamatkan. Sementara total kerugian masih belum dihitung.

’’Alhamdulillah tidak ada korban. Untuk kerugian saya belum tahu,” pungkasnya.

Terpisah, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang Wiku Birawa Felipe Dias Quintas mengatakan, api berhasil dipadamkan sekitar satu jam setelah kejadian.

Namun, petugas masih melakukan pembasahan hingga pukul 11.30 untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

’’Kita masih fokus di pemadaman ini. Yang jelas masih dilakukan pembasahan. Untuk penyebabnya nanti didalami rekan-rekan kepolisian,” pungkasnya. (riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
al hikmah ponpes kebakaran Jombang lantai