Karhutla Jombang Meningkat, 148,6 Hektare Lahan Terbakar

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 07:32 WIB
BERJIBAKU: Petugas memadamkan api yang membakar lahan di Desa Jabon, Kecamatan Jombang, Jumat (25/9) lalu. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
BERJIBAKU: Petugas memadamkan api yang membakar lahan di Desa Jabon, Kecamatan Jombang, Jumat (25/9) lalu. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Jombang meningkat tajam selama musim kemarau 2026.

Hingga September, BPBD Jombang mencatat 157 kejadian dengan estimasi luasan lahan terbakar mencapai 148,6 hektare yang tersebar di 20 kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas mengatakan, luasan tersebar di sejumlah wilayah yang mengalami kebakaran sepanjang tahun ini. Rata-rata luasan lahan yang terbakar dalam setiap kejadian mencapai sekitar 0,9 hektare.

Baca Juga: Sempat Jadi Sorotan, 302 Desa di Jombang Kini Punya Motor Baru

”Total ada 157 kejadian karhutla dengan estimasi luasan mencapai 148,6 hektare. Sebagian besar kejadian berlangsung pada siang hingga sore hari,” ujarnya.

Berdasarkan data BPBD menunjukkan adanya peningkatan kejadian cukup tajam memasuki musim kemarau. Pada Mei hanya tercatat satu kejadian, kemudian dua kejadian pada Juni.

Jumlahnya melonjak menjadi 36 kejadian pada Juli, 52 kejadian Agustus, dan mencapai 65 kejadian hingga September.

Lima kecamatan tercatat mengalami kejadian karhutla cukup tinggi, yakni Jombang, Mojoagung, Mojowarno, Diwek, dan Ngoro. Secara keseluruhan, kejadian kebakaran telah berdampak di 20 kecamatan.

Baca Juga: Pemkab Jombang Gelontor Rp 5,3 Miliar, Beli 10 Kendaraan Dinas

”Lokasinya menyebar hampir di semua kecamatan,” papar dia. 

Wiku menyebut kebakaran dipicu sejumlah faktor, mulai pembakaran lahan dan aktivitas manusia hingga kondisi cuaca panas dan kering.

Kondisi itu membuat lahan lebih mudah terbakar, terutama saat memasuki puncak kemarau.

Penanganan kebakaran juga menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya akses menuju lokasi yang sulit, keterbatasan sumber air, personel dan peralatan pemadam, serta kendala komunikasi di sejumlah wilayah.

”Berbagai tantangan tersebut perlu diidentifikasi dan diatasi bersama agar penanganan karhutla lebih efektif dan optimal,” pungkasnya. (ang/fid)

Editor : Ainul Hafidz
karhutla lahan Jombang hektare kemarau