Semalam, Delapan Diesel Petani Jombang Jadi Sasaran Pencuri

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 15:57 WIB
Pencurian onderdil diesel pertanian meresahkan warga di Kecamatan Sumobito, Jombang. (Achmad RW/Radar Jombang)
Pencurian onderdil diesel pertanian meresahkan warga di Kecamatan Sumobito, Jombang. (Achmad RW/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Delapan mesin diesel untuk irigasi milik petani di Kecamatan Sumobito, Jombang, disasar pencuri dalam semalam.

Pelaku membawa kabur satu mesin secara utuh dan mempreteli komponen tujuh mesin lainnya.

Masing-masing di Desa Mentoro dan Desa Gedangan (Dusun Boro Cilik), Kecamatan Sumobito.

Baca Juga: Klaim Refund Jemaah Umrah Annisa Ahmada Melonjak, Tembus Rp 23,8 Miliar

“Kejadiannya itu antara Kamis (25/9) malam sampai Jumat (26/9) dini hari, dan karena diketahuinya itu Jumat pagi,” terang Farid Tribuana, 38, salah satu petani korban pencurian.

Farid menjelaskan, pagi itu petani yang tengah menengok sawah mereka, dikagetkan dengan kondisi diesel yang tak bisa dinyalakan. Begitu dibuka penutupnya, sejumlah partikel pada diesel sudah raib.

Ia menyebut, ada delapan mesin diesel yang sedang diletakkan di sawah itu kondisinya semuana dicuri.

Dari delapan unit yang disasar, para pelaku mengembat satu unit mesin diesel Kubota secara utuh.

Baca Juga: Hilang Sepekan, Lansia Pikun di Jombang Ditemukan di Hutan

Sementara untuk tujuh mesin diesel lainnya—bermerk Kubota, Dongfeng, hingga Yanmar.

Pelaku memreteli sparepart dan onderdil vitalnya, seperti tutup samping, engkolan, hingga komponen roda gigi di dalamnya.

“Kondisi mesin yang tujuh unit itu sudah dipretoli onderdil sampingnya, sedangkan satu unit mesin Kubota hilang dibawa kabur semua," imbuhnya.

Menurut Farid, seluruh mesin diesel yang menjadi sasaran berada di satu jalur area persawahan yang menghubungkan Dusun Boro Cilik (Desa Gedangan) dan Desa Mentoro.

Akibat kejadian tersebut, mesin-mesin pompa air milik petani tidak dapat difungsikan sama sekali dan harus diangkut pulang ke rumah masing-masing. 

"Rata-rata kerugian untuk memperbaiki satu mesin yang dipretoli sekitar Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta. Kalau satu unit mesin diesel yang hilang utuh itu harganya sekitar Rp 4,5 juta," bebernya. 

Kades Gedangan Edi Santoso yang dikonfirmasi, membenarkan hal itu. Ia mengakui ada sejumlah warganya yang juga jadi korban pencurian tersebut.

Baca Juga: Bawa Tumpeng ke Punden, Warga Kedung Dendeng Jombang Jaga Tradisi

“Iya, ada tiga sampai empat orang yang dari Gedangan, sementara sisanya dari Mentoro,” lanjutnya.

Pihaknya juga menyebut, kasus itu juga bukan pertama kali terjadi di wilayahnya itu. Beberapa tahun sebelumnya, kasus serupa pernah ada namun belum terungkap juga.

“Dulu pernah ada juga seperti ini, terus ini kejadian lagi. Ya kasihan petani,” lontarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Sumobito AKP Tri Sula Hadi menyebut telah menerima informasi perihal kasus pencurian komponen diesel yang meresahkan petani tersebut.

“Informasi sudah kami terima, namun sampai saat ini belum ada laporan resmi ke Mapolsek Sumobito, tim kami akan mengecek ke lapangan,” pungkasnya. (riz)

Editor : Ainul Hafidz
diesel Sumobito dicuri Jombang Petani