Hilang Sepekan, Lansia Pikun di Jombang Ditemukan di Hutan

Achmad RW • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 15:40 WIB
Ilustrasi lansia. (Ainul Hafidz/AI/Radar Jombang)
Ilustrasi lansia. (Ainul Hafidz/AI/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Supini, 96, lansia yang memiliki riwayat pikun, ditemukan hidup dalam kondisi lemah dan dehidrasi setelah hilang selama sepekan di kawasan hutan Dusun Candi Kidul, Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan, Jombang, Kamis (24/9) malam.

Kapolsek Ngusikan AKP Bagus Tejo Purnomo mengatakan korban ditemukan secara tidak sengaja oleh warga yang sedang mencari burung di kawasan tersebut.

“Korban ditemukan dalam kondisi lemas dan dehidrasi oleh pencari burung. Kondisinya hidup dan sekarang dirawat di puskesmas,” ungkap Bagus.

Baca Juga: Bawa Tumpeng ke Punden, Warga Kedung Dendeng Jombang Jaga Tradisi

Supini dilaporkan hilang sejak Jumat (18/9) sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, warga Dusun Manunggal Kidul, Desa Manunggal, Kecamatan Ngusikan, tersebut meninggalkan rumah tanpa berpamitan kepada keluarga.

“Sebelum ditemukan, keluarga sudah berupaya mencari korban di sekitar rumah maupun ke tempat kerabat, tetapi belum berhasil,” kata Bagus.

Saat meninggalkan rumah, Supini sempat terlihat tetangganya, Budiono, 40, berjalan ke arah barat. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngusikan.

Dari keterangan keluarga, korban memiliki riwayat gangguan saraf berupa pikun.

Baca Juga: LP2B Jombang Capai 37 Ribu Hektare, Ini Konsekuensinya

“Keluarga menyampaikan korban memang memiliki riwayat pikun dan juga pernah mengalami stroke,” jelas Bagus.

Pencarian berlangsung hingga Kamis malam, ketika seorang warga yang sedang mencari burung secara tidak sengaja melihat keberadaan korban di area persil Perhutani, tepat di utara Dusun Candi Kidul.

“Setelah ditemukan, warga langsung meminta bantuan untuk mengevakuasi korban dari lokasi,” terang Bagus.

Supini kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Keboan untuk mendapatkan penanganan medis. Kondisinya mengalami dehidrasi sehingga harus menjalani perawatan dan observasi.

“Untuk sementara korban masih mendapatkan perawatan dan observasi di Puskesmas Keboan,” pungkas Bagus. (riz)

Editor : Ainul Hafidz
bukit lansia Jombang pikun Ngusikan