Sejak KM Virgo 8 Tenggelam, Keluarga Gondham di Jombang Menanti Kabar

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 05:57 WIB
PENUH HARAP: Eni Setia Rahayu, 58, ibunda Gondham Prakoso, 32, warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Jombang, salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Virgo Transport 8, di rumahnya, Rabu (16/9). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
PENUH HARAP: Eni Setia Rahayu, 58, ibunda Gondham Prakoso, 32, warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Jombang, salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Virgo Transport 8, di rumahnya, Rabu (16/9). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Sejak KM Virgo Transport 8 terbalik dan tenggelam di Laut Jawa, Minggu (13/9), keluarga Gondham Prakoso di Desa Bulurejo, Diwek, Jombang, terus menanti kabar dan berupaya mencari keberadaan ABK itu.

Suasana duka masih menyelimuti rumah Eni Setia Rahayu, 58. Sejak kabar KM Virgo Transport 8 terbalik dan tenggelam di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9), belum ada kabar tentang Gondham Prakoso, 32, anak keduanya dari empat bersaudara.

Gondham merupakan salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Virgo Transport 8. Di kapal tersebut, dia bertugas sebagai second officer.

Baca Juga: FRMJ Dirikan Tenda, Siap Bermalam di Depan Kantor Pemkab Jombang

Bagi keluarga, hari-hari setelah kecelakaan itu menjadi penantian yang tidak mudah. Kabar tentang Gondham belum juga datang.

Sementara di rumah, ada seorang anak laki-laki Gondham yang baru berusia empat tahun.

Bocah itu mulai mencari keberadaan papanya yang belum pulang.

Eni mengaku belum mampu menenangkan pikirannya sejak mengetahui anaknya belum ditemukan.

Baca Juga: Daur Ulang Jadi Kreasi, Pawai Budaya Denanyar Jombang Makin Meriah

’’Saya sudah tidak kuat. Sampai sekarang belum ada kabar,’’ ucap Eni saat ditemui di rumahnya di Desa Bulurejo, Rabu (16/9).

Keluarga pertama kali mengetahui kabar musibah tersebut pada Minggu pagi. Informasi itu disampaikan kerabat yang bekerja di kawasan pelabuhan.

Sebelumnya, ketika kondisi kapal mulai kritis pada Minggu dini hari, istri Gondham disebut sempat menerima pesan WhatsApp dari suaminya.

Namun, kabar tersebut tidak langsung disampaikan kepada keluarga karena khawatir membuat mereka panik.

Sejak mengetahui musibah itu, keluarga terus berupaya mendapatkan informasi mengenai keberadaan Gondham. Berbagai cara dilakukan.

Mulai menghubungi Basarnas, perusahaan tempat Gondham bekerja, hingga mendatangi langsung kantor perusahaan di Surabaya.

Baca Juga: Auliya Octaviani, Ibu Empat Anak yang Masih Mengejar Cita-Cita Lanjut S2

’’Sudah semua dihubungi, mulai WA Basarnas, WA kantor. Saudara-saudara juga banyak yang sudah datang ke sana,’’ sahut Dyah Puspitasari, 36, kakak Gondham.

Menurut Dyah, Gondham baru sekitar dua bulan bekerja di KM Virgo Transport 8. Sebelumnya, dia sudah memiliki pengalaman bekerja di kapal sekitar lima hingga enam tahun.

Di tengah pekerjaannya sebagai ABK, Gondham juga menyimpan rencana untuk melanjutkan pendidikan di bidang pelayaran. Dia bahkan sudah mendaftarkan diri dan tinggal menunggu waktu masuk sekolah.

Gondham ingin melanjutkan pendidikan untuk mengejar jenjang sebagai nakhoda. Rencananya, sekolah tersebut dimulai pada 21 September mendatang.

Baca Juga: Profil Auliya Octaviani, Pernah Tak Betah di Pondok, Kini Jadi Guru di Jombang

’’Sudah daftar. Tinggal masuk saja. Dia memang mau sekolah lagi,’’ ujar Dyah.

Namun, sebelum rencana itu terlaksana, keluarga lebih dulu menerima kabar musibah KM Virgo Transport 8.

Kini, keluarga hanya bisa menunggu kabar dari operasi pencarian yang masih berlangsung. Harapan Eni sederhana: anaknya ditemukan dan kembali ke rumah.

’’Harapannya anak saya bisa ditemukan dengan keadaan selamat,’’ harapnya.

KM Virgo Transport 8 merupakan kapal jenis penumpang/kargo yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin. Kapal tersebut mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9).

Operasi pencarian dan penyelamatan kemudian dilakukan untuk menemukan penumpang dan awak kapal yang belum diketahui keberadaannya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
KM virgo abk Jombang keluarga tenggelam