Jombang Catat 72 Kebakaran, Wilayah Ini Paling Banyak Kasus

Azmy endiyana Zuhri • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:29 WIB
PERLU DIANTISIPASI: Kebakaran gudang di Desa Murukan, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Senin (17/8). (Azmy Endiyana/Radar Jombang)
PERLU DIANTISIPASI: Kebakaran gudang di Desa Murukan, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Senin (17/8). (Azmy Endiyana/Radar Jombang)

JombangBanget.id  – Jombang menjadi kecamatan dengan kasus kebakaran terbanyak di Kabupaten Jombang sepanjang 2026, yakni 14 kejadian hingga Agustus.

Secara keseluruhan, BPBD Jombang mencatat 72 kebakaran, dengan 32 kejadian terjadi hanya pada Agustus.

’’Laporan kebakaran terus masuk seiring kondisi cuaca yang semakin panas dan kering,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz.

Baca Juga: 300 Ton Limbah B3 di Jombang Diangkut, Sisa Segini yang Belum Dipulihkan

Rata-rata terdapat tiga hingga empat kejadian kebakaran setiap harinya. Sebagian besar lokasi yang terbakar merupakan lahan perkebunan milik warga.

Kondisi lahan yang kering membuat api lebih cepat merambat. Terlebih, sebagian kebakaran dipicu aktivitas manusia.

Di antaranya pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan hingga pembakaran sisa tanaman dan korsleting listrik.

’’Mayoritas karena human error. Misalnya membakar sampah kemudian apinya tidak terkendali. Termasuk membakar sisa tanaman yang akhirnya merembet ke lahan lainnya,’’ jelasnya.

Baca Juga: BPK Turun Audit Proyek Sekolah Rakyat Jombang, Ini Kondisinya

Cuaca ekstrem juga menjadi faktor yang memperbesar risiko kebakaran. Vegetasi yang mengering selama musim kemarau membuat api lebih mudah menyala dan cepat meluas.

Mengantisipasi kondisi tersebut, BPBD Jombang meningkatkan kesiapsiagaan personel dan armada pemadam kebakaran.

Empat pos pemadam yang berada di Jombang, Ploso, Ngoro, dan Mojoagung dioptimalkan untuk mempercepat respons ketika laporan kebakaran masuk.

Masing-masing pos diperkuat satu unit truk pemadam kebakaran dan 10 personel. Mereka dibagi menjadi tiga regu dengan sistem dua sif.

Operasional tersebut juga didukung Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB).

Wiku menegaskan, upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Masyarakat memiliki peran penting, terutama dalam menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

’’Peran masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan. Kami mengimbau agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar selama musim kemarau,’’ imbaunya.

Baca Juga: Begini Respons Rais Aam Saat Tinjau Persiapan Muktamar NU di Tambakberas Jombang

Selain kebakaran lahan, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi kebakaran akibat korsleting listrik. Warga diminta rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele aktivitas pembakaran lahan.

Sebab, tindakan tersebut dapat berujung pada konsekuensi hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Baca Juga: Sudah Akhir Agustus, Begini Progres 80 Proyek PJU Skema PIK di Jombang

Jika menemukan kebakaran, masyarakat diminta segera melapor agar api tidak terlanjur meluas.

’’Saat terjadi keadaan darurat, segera laporkan melalui layanan 112 atau kanal resmi BPBD dan Damkar Jombang. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula penanganan bisa dilakukan,’’ tegasnya.(yan/jif)

Editor : Ainul Hafidz
kasus wilayah kebakaran Jombang jumlah