JombangBanget.id – Bentrokan terjadi saat rombongan konvoi perguruan silat melintas di Desa Kedungjati, Kecamatan Kabuh, Jombang, Sabtu (15/8) malam.
Seorang peserta kehilangan sepeda motor Honda Beat setelah kendaraannya terjatuh saat rombongan berusaha menyelamatkan diri dan kemudian diketahui terbakar di lokasi.
Sejumlah peserta konvoi juga dilaporkan mengalami luka-luka. Polisi masih menyelidiki kasus.
Baca Juga: Muktamar NU di Jombang, Sekolah Terdampak Bisa Ubah Skema KBM
MRA, 18, salah seorang peserta konvoi, menuturkan rombongannya semula dalam perjalanan pulang menuju Lamongan setelah mengikuti kegiatan di Tambakberas, Jombang.
Rombongan bergerak sekitar pukul 22.30 dengan pengawalan personel kepolisian.
”Kami dalam perjalanan pulang menuju Lamongan setelah mengikuti kegiatan di Tambakberas,” terangnya.
Menurut MRA, situasi kurang kondusif sudah terlihat sejak rombongan meninggalkan kawasan Tambakberas.
Baca Juga: Student Journalism: Hobi Berlari Mengantarkan Prestasi
Beberapa insiden kecil disebut sempat terjadi di sejumlah titik selama perjalanan.
”Sejak keberangkatan dari Tambakberas sudah terlihat ada serangan di beberapa titik,” tuturnya.
Situasi kemudian memuncak ketika rombongan memasuki wilayah Desa Kedungjati, Kecamatan Kabuh.
Saat itu, rombongan disebut diadang sejumlah orang di tengah jalan, tepatnya di depan pabrik Camino.
MRA menyebut, beberapa orang membawa benda yang diduga digunakan sebagai senjata, mulai balok kayu, batu, hingga senjata tajam.
”Sepertinya sudah disiapkan. Di depan Camino situ, kami diadang, jalan sudah ditutup. Polisi yang mengawal juga berhenti ketika itu,” lanjutnya.
Baca Juga: Indonesia Raya Menggema, Pengendara Jombang Berdiri di Tengah Jalan
Situasi lantas berkembang menjadi bentrokan. Massa dari dua kelompok terlibat aksi saling serang.
Lemparan batu serta penggunaan balok kayu dan senjata tajam membuat peserta konvoi berupaya menyelamatkan diri.
”Banyak yang luka-luka. Akhirnya putar balik menyelamatkan diri,” imbuhnya.
MRA mengatakan, situasi di lokasi membuat anggota rombongannya berhamburan.
Baca Juga: Ada Ringin Contong di Batik Baru RSUD Jombang, Ternyata Ini Maknanya
Sejumlah peserta berusaha memutar balik untuk menjauh dari lokasi.
Namun, kondisi yang panik membuat beberapa sepeda motor terjatuh, termasuk miliknya.
MRA akhirnya meninggalkan sepeda motornya dan memilih menyelamatkan diri dengan menumpang kendaraan peserta lain.
”Waktu mau putar balik, motor saya terjatuh. Untungnya saya bisa kabur dengan menumpang motor peserta lain,” bebernya.
Sepeda motor Honda Beat bernopol S 2461 JCC milik MRA pun tertinggal di lokasi. Kendaraan tersebut kemudian diketahui terbakar.
MRA baru mengetahui kondisi motornya pada Minggu pagi setelah mendapat informasi dari rekan sesama peserta konvoi.
Baca Juga: 23 Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing di RSUD Ploso Jombang
Motor tersebut selanjutnya dibawa ke Mapolsek Kabuh.
”Motor saya dibakar. Sekarang sudah amankan di Polsek Kabuh,” ujarnya.
Peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada kepolisian. MRA berharap laporan itu segera ditindaklanjuti dan pihak yang bertanggung jawab dapat ditemukan.
”Minggu sore sudah laporan. Semoga pelakunya bisa tertangkap dan motor saya ada penggantinya,” pungkas warga Kabupaten Lamongan tersebut.
Baca Juga: 15 Tahun Bertahan, Bank Jombang Raih Titanium Award 2026
Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Magribi Agung Saputra membenarkan adanya laporan tersebut.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian dan pihak yang diduga terlibat.
”Korban sudah melapor, sementara kasus dan pelakunya masih dalam lidik,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz