JombangBanget.id – Setelah sekitar 24 jam dalam pencarian, DS, 27, perangkat Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, Jombang, ditemukan meninggal dunia di Sungai Brantas, Senin (17/8).
Jasad korban ditemukan sekitar pukul 16.40 WIB, sekitar 50 meter dari titik awal korban menceburkan diri.
"Jadi untuk korban dan motornya sudah ditemukan dan berhasil dievakuasi, lokasinya terpisah," terang Kalaksa BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Dias Quintas.
Baca Juga: Pria Ceburkan Diri Bersama Motor ke Sungai Brantas Jombang, Ternyata Perangkat Desa
Wiku menjelaskan, jasad DS ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Setelah berhasil dievakuasi dari Sungai Brantas, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka.
"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan sudah dievakuasi ke rumah duka," lanjutnya.
Sementara itu, sepeda motor Honda Mega Pro milik korban ditemukan di lokasi yang menjadi titik awal DS menceburkan diri. Proses evakuasi motor dilakukan dengan bantuan warga.
"Untuk motor, tadi ditemukan di lokasi dia menceburkan diri, dan ditarik menggunakan tali, dibantu warga sampai ke pinggir," pungkas Wiku.
Baca Juga: Bentrok Pesilat di Utara Brantas Jombang, Saling Lempar Batu Hingga Motor Dibakar
Sebelumnya, DS diketahui menceburkan diri ke Sungai Brantas pada Minggu (16/8) sekitar pukul 16.30. Kejadian berlangsung di tengah Sungai Brantas, tepatnya di perbatasan Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, dengan Desa Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang.
Saat itu, DS menyeberang seorang diri menggunakan perahu sambil membawa sepeda motor Honda Mega Pro. Ketika perahu baru menempuh sekitar seperempat perjalanan, korban tiba-tiba menceburkan diri bersama sepeda motornya.
Dua orang yang berada di perahu sempat berusaha menyelamatkan korban dengan melempar rompi dan ban pelampung. Namun, DS justru menyingkirkan kedua alat tersebut hingga akhirnya tenggelam bersama motornya.
DS diketahui merupakan perangkat Desa Gedongombo yang menjabat sebagai Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Terkait dugaan motif, Kepala Desa Gedongombo Lasiman menyebut beredar isu korban menceburkan diri karena persoalan asmara. Namun, pihak desa belum dapat memastikan kabar tersebut.
"Kalau yang saat ini beredar isunya memang seperti itu. Namun, apakah pasti itu kami juga tidak bisa memastikan," ujar Lasiman. (riz)
Editor : Ainul Hafidz