Pria Ceburkan Diri Bersama Motor ke Sungai Brantas Jombang, Ternyata Perangkat Desa

Achmad RW • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 15:44 WIB
Petugas melakukan pencarian pria menceburkan diri bersama motornya di Sungai Brantas, Jombang. (Achmad RW/Radar Jombang)
Petugas melakukan pencarian pria menceburkan diri bersama motornya di Sungai Brantas, Jombang. (Achmad RW/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Pria yang menceburkan diri ke Sungai Brantas bersama sepeda motornya di wilayah perbatasan Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, dan Desa Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang, ternyata merupakan perangkat Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, Jombang.

DS, 27, hingga Senin (17/8) siang masih belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan petugas gabungan.

Dari data yang dihimpun, kejadian tersebut berlangsung Minggu (16/8) sore, sekitar pukul 16.30.

Baca Juga: Bentrok Pesilat di Utara Brantas Jombang, Saling Lempar Batu Hingga Motor Dibakar

Saat itu, DS menyeberang dari wilayah Kepuhdoko ke Jatigedong menggunakan perahu sambil membawa Honda Mega Pro.

"Korban saat itu menyeberang sungai menggunakan perahu dengan sepeda motornya. Namun, ketika baru sekitar seperempat perjalanan, korban tiba-tiba menceburkan diri ke sungai bersama sepeda motornya," ujar Kapolsek Ploso Kompol Achmad Chairudin.

Aksi tersebut diketahui dua orang yang berada di perahu. Keduanya langsung berusaha memberikan pertolongan dengan melempar rompi pelampung dan ban ke arah korban.

"Sudah dilakukan upaya pertolongan dengan melempar rompi pelampung dan ban pelampung ke arah korban, namun disingkirkan sama korban," katanya.

Baca Juga: Dugaan Slip Gaji Palsu PT SGS Jombang, Polisi Segera Gelar Perkara

Sesaat kemudian, korban tenggelam dan hilang dari permukaan air bersama sepeda motornya.

Kepala Desa Gedongombo Lasiman membenarkan DS merupakan perangkat desa setempat. Korban menjabat sebagai Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Pemdes Gedongombo.

"Jadi memang benar, yang menceburkan diri itu adalah perangkat desa saya. Dia menjabat perangkat sejak Desember 2025 lalu, belum setahun," ujar Lasiman.

Mengenai motif, Lasiman mengatakan pihak desa belum mengetahui secara pasti persoalan yang dihadapi DS. Namun, dia menyebut ada kemungkinan korban sedang menghadapi masalah keluarga.

Sementara itu, beredar kabar DS menceburkan diri karena hubungan asmaranya tidak mendapat restu untuk menikah. Lasiman membenarkan isu tersebut beredar, tetapi belum bisa memastikan kebenarannya.

"Kalau yang saat ini beredar isunya memang seperti itu. Namun, apakah pasti itu kami juga tidak bisa memastikan," tegasnya.

Lasiman memastikan DS masih berstatus bujangan dan belum pernah menikah.

"Dia sendiri statusnya bujangan, memang belum menikah," katanya.

Baca Juga: Naik Perahu, Pria di Jombang Ceburkan Diri ke Sungai Brantas Bersama Motor

Hingga Senin sekitar pukul 14.00, DS belum ditemukan. Pencarian masih dilakukan petugas gabungan dengan menyisir aliran Sungai Brantas.

"Sampai pukul 14.00 ini dia juga belum ditemukan. Upaya pencarian masih dilakukan petugas gabungan. Semoga saja bisa segera ditemukan jasadnya," pungkas Lasiman.

BPBD Jombang mengerahkan dua perahu karet untuk membantu pencarian sejak Minggu sore.

Setelah pencarian hingga malam belum membuahkan hasil, penyisiran dilanjutkan Senin pagi dengan memperluas radius pencarian hingga kawasan Dam Menturus. (riz)

Editor : Ainul Hafidz
motor Ceburkan diri sungai brantas Jombang perangkat