Masuk Permukiman, Rombongan Pesilat Bentrok dengan Warga di Plumbon Gambang Jombang

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 08:01 WIB
RUSAK: Kondisi mobil warga Plumbon Gambang, Gudo Jombang, yang mengalami kerusakan setelah terjadi keributan yang melibatkan rombongan diduga pesilat, Minggu (16/8) sekitar pukul 01.00 dini hari. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
RUSAK: Kondisi mobil warga Plumbon Gambang, Gudo Jombang, yang mengalami kerusakan setelah terjadi keributan yang melibatkan rombongan diduga pesilat, Minggu (16/8) sekitar pukul 01.00 dini hari. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Sedikitnya dua warga Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Jombang harus mendapat perawatan medis setelah terjadi keributan yang melibatkan rombongan yang diduga berasal dari perguruan silat, Minggu (16/8) sekitar pukul 01.00.

Insiden tersebut juga mengakibatkan sejumlah kendaraan dan fasilitas milik warga mengalami kerusakan.

Belum diketahui pasti penyebab bentrokan. Polisi masih menyelidiki kasus.

Baca Juga: Panen Tembakau Jombang Bergeser, November Jadi Puncaknya

Kepala Desa Plumbon Gambang Nurwakit mengatakan, kejadian bermula saat sejumlah warga pulang setelah mengikuti kegiatan hiburan dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Ketika melintas di sekitar gapura desa, terjadi keributan yang kemudian berlanjut hingga masuk ke permukiman warga.

’’Kronologi yang pasti tidak tahu karena saya di dalam rumah waktu itu. Tapi setelah ada ribut-ribut saya keluar, ternyata sudah masuk di dalam kampung saya,” ujarnya.

Nurwakit menyebut, rombongan tersebut diduga merupakan kelompok perguruan silat yang sebelumnya mengikuti kegiatan di wilayah Jombang.

Baca Juga: Anggaran Terbatas, Hanya Empat Program Rehab SMP di Jombang Diusulkan

Menurut dia, rombongan yang datang dari arah utara awalnya terlihat dalam jumlah terbatas, kemudian bertambah hingga diperkirakan mencapai ratusan sepeda motor dan tiga kendaraan jenis truk.

’’Rombongan yang konvoi banyak sekali, seperti dari perguruan silat,” katanya.

Keributan kemudian semakin meluas setelah seorang warga yang berada di sekitar gapura berlari masuk ke kampung sambil terus berteriak meminta pertolongan.

Warga yang mendengar teriakan tersebut lantas keluar rumah. Dalam situasi itu, sejumlah kendaraan warga mengalami kerusakan setelah dilempari batu paving.

’’Nah, baru di situlah warga keluar semuanya dan memberikan perlawanan. Situasinya sudah enggak terkontrol, karena urusannya sudah masuk kampung dan menyerang warga,” jelas Nur Wakit.

Akibat kejadian tersebut, dua sepeda motor, kaca mobil sedan, dan kaca rumah warga dilaporkan rusak. Warga juga menemukan sejumlah pecahan botol di sekitar lokasi.

Baca Juga: Buka Rakerda PKDI Jombang, Bupati Warsubi Dorong Penguatan Kemandirian Desa

Selain itu, terdapat benda yang diduga digunakan dalam keributan, di antaranya batu serta benda yang menyerupai kembang api atau mercon.

”Ada dua motor rusak berat, terus kaca mobil sedan juga rusak,’’ ungkapnya.

Dua warga yang mengalami luka, yakni Didik Santoso dan Ulum. Didik disebut mengalami luka pada tangan dan memar di bagian kepala.

Sementara Ulum masih menjalani perawatan di RS Aura Syifa.

Baca Juga: Murid Menjemput Sejarah, Begini Cara Sekolah di Jombang Tanamkan Nasionalisme

’’Sementara yang terdata dua warga mengalami luka-luka, dan sudah mendapat perawatan di rumah sakit,” bebernya.

Pemerintah Desa Plumbon Gambang telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Setelah insiden, pemerintah desa juga berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

’’Ya kami selaku pemerintah desa jelas enggak menerimakan warga kami jadi korban seperti itu. Jadi saya melaporkan ke pihak berwajib,’’ tegasnya.

Nurwakit berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Terlebih, keributan tersebut disebut sampai masuk ke kawasan permukiman dan menyebabkan warga menjadi korban.

’’Itu yang saya sayangkan, yang sangat prihatin. Kenapa perguruan sampai masuk ke dalam kampung dan menyerang warga kami itu,’’ pungkasnya.

Baca Juga: Student Journalism: Berani Berbicara

Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Magribi Agung Saputra mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. Polres Jombang bersama jajaran polsek masih melakukan pendataan di lapangan.

’’Saat ini masih dilakukan pendataan oleh polsek jajaran,” ujarnya.

Terkait kemungkinan adanya terduga pelaku yang telah diamankan, Magribi menyebut belum ada.

’’Belum ada. Masih menunggu pendataan dari Polsek,’’ pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
bentrok warga Plumbon Gambang pesilat Jombang