Korsleting Stopkontak Picu Kebakaran, Rumah Warga Jombang Rugi Rp 100 Juta

Achmad RW • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:33 WIB
Kebakaran melanda rumah warga di Dusun Magoan, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang, Kamis (13/8). (Achmad RW/Radar Jombang)
Kebakaran melanda rumah warga di Dusun Magoan, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang, Kamis (13/8). (Achmad RW/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Kebakaran melanda rumah warga di Dusun Magoan, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang, Kamis (13/8) sekitar pukul 05.00 WIB akibat korsleting stopkontak yang diduga memicu api.

Api cepat membesar hingga menghanguskan sebagian besar bangunan dan perabotan di dalam rumah. Kerugian sementara ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Kepala Pelaksana BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Dias Quintas mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 05.00 WIB.

Baca Juga: Aset Eks Sekolah Rakyat di SKB Mojoagung Jombang Masih Didata

Rumah berukuran 6 x 9 meter milik Shusi tersebut pertama kali diketahui warga setelah muncul kepulan asap dari dalam bangunan.

’’Saat itu warga melihat kepulan asap dari dalam rumah dan berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya,’’ ujarnya.

Namun, api semakin membesar sehingga upaya warga tidak mampu mengendalikan kobaran.

Perangkat desa kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Pos Pemadam Kebakaran Ngoro pada pukul 05.04 WIB.

Baca Juga: P-APBD 2026 Jombang Naik, Transfer Pusat Justru Menyusut

’’Karena api terus membesar, laporan segera diteruskan ke petugas pemadam agar penanganan bisa dilakukan secepatnya,’’ kata Wiku.

Petugas langsung menuju lokasi dengan membawa satu unit fire pumper truck dan satu unit mobil suplai.

Lima menit setelah laporan diterima, petugas berangkat untuk mencegah api meluas ke bagian rumah lainnya.

Pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 06.00 WIB.

Setelah api berhasil dijinakkan, petugas melakukan pembasahan dan pengecekan di sejumlah titik untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

’’Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pengecekan dan pembasahan di sejumlah titik yang masih berpotensi menyimpan bara,’’ terang Wiku.

Baca Juga: Lomba Kerakyatan di Jombang, Gus Sentot Ajak Anak Rajin Belajar

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, rumah mengalami kerusakan cukup parah. Kerugian sementara diperkirakan sekitar Rp 100 juta.

’’Untuk korban jiwa nihil. Kerugian masih berupa pendataan awal dan sementara diperkirakan sekitar Rp 100 juta,’’ ungkapnya.

Dari pemeriksaan sementara, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik pada stopkontak.

Gangguan tersebut memicu api yang kemudian cepat membesar dan membakar bagian rumah beserta perabotan di dalamnya.

Baca Juga: Kolom Jumat Masjid Baitul Mukminin Jombang: Kelangkaan Orang Jujur

Wiku mengimbau masyarakat rutin memeriksa kabel, stopkontak, dan sambungan listrik di rumah. Peralatan listrik yang sudah rusak juga diminta tidak digunakan untuk mencegah kebakaran.

’’Kami mengimbau masyarakat rutin mengecek kabel, stopkontak, dan sambungan listrik di rumah. Jangan menggunakan peralatan listrik yang kondisinya sudah rusak,’’ pungkasnya. (riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
stopkontak rugi kebakaran rumah Jombang