JombangBanget.id – Mesin penyedot serbuk kayu diduga menjadi sumber kebakaran yang menghanguskan gedung PT Seng Fong Moulding Perkasa di Desa Tunggorono, Jombang, Selasa (11/8).
Api yang pertama kali diketahui karyawan sekitar pukul 17.50 itu membakar ruangan berukuran sekitar 6x10 meter dan baru sepenuhnya dikendalikan sekitar pukul 20.50.
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui karyawan sekitar pukul 17.50.
Baca Juga: Student Journalism: Dokter Pengamal Alquran
Saat itu, mereka melihat kepulan asap dan api dari dalam ruangan.
”Beberapa karyawan panik dan berupaya memadamkan api, tetapi tidak kunjung padam,” terang Wiku.
Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Pos Damkar Jombang. Petugas tiba sekitar pukul 18.05 dan langsung melakukan pemadaman serta pembasahan.
Banyaknya benda mudah terbakar membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama. Api baru berhasil dikendalikan sepenuhnya sekitar pukul 20.50.
Baca Juga: Student Journalism: Mensyukuri Nikmat Hidup
”Beruntung tidak ada korban luka, namun ruangan seluas sekitar 6x10 meter ludes terbakar,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolsek Jombang AKP Edy Widoyono menyebut kebakaran diduga berasal dari mesin penyedot serbuk kayu. Namun, dugaan tersebut masih dalam proses pemeriksaan petugas.
”Diduga akibat terbakarnya mesin penyedot serbuk kayu,” kata Edy.
Polisi telah mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian. Sejumlah saksi diperiksa untuk mengetahui secara pasti awal mula kebakaran.
Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Tim Inafis Polres Jombang turut melakukan pemeriksaan di lokasi.
Baca Juga: Wiwit Kopi Segunung Wonosalam Jombang, Saat Warga Arak Hasil Bumi
Edy memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara itu, nilai kerugian materiil belum diketahui karena masih menunggu hasil audit dari pihak perusahaan.
”Kerugian materiil masih belum diketahui karena masih dalam proses audit,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz