Lansia di Jombang Digendam Pria Tak Dikenal, Gelang Emas 8 Gram Lenyap usai Diajak Nyekar

Achmad RW • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 10:31 WIB
Ilustrasi gendam. (Achmad RW/AI/Radar Jombang)
Ilustrasi gendam. (Achmad RW/AI/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Seorang lansia di Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Jombang diduga menjadi korban gendam oleh pria tak dikenal.

Pelaku yang mengendarai Honda PCX merah membawa kabur gelang emas seberat sekitar delapan gram dan sepasang anting milik korban setelah berpura-pura mengajak berziarah ke makam anak korban yang telah meninggal.

Peristiwa itu dialami Saemah, 72, pada Selasa (28/7) sekitar pukul 09.00. Pagi itu, korban keluar rumah untuk berjalan-jalan ke arah selatan.

Baca Juga: Binrohtal : Gus Fahmi Ungkap Salawat yang Pasti Diterima Allah Ta’ala

Saat melintas di dekat pohon besar di tepi sawah, seorang pria tak dikenal menghampirinya menggunakan sepeda motor.

"Dia berhenti lalu mengaku kenal anak saya. Padahal anak saya sudah meninggal," tutur Saemah.

Pelaku kemudian mengajak korban menuju makam dengan alasan ingin berziarah. Tanpa menaruh curiga, korban menerima ajakan tersebut dan dibonceng menuju area pemakaman di wilayah Paritan.

"Dia bilang mau nyekar ke makam anak saya, jadi saya ikut saja," ujarnya.

Baca Juga: Gus Irfan dan Tongkat Estafet NU Mbah Hasyim

Setibanya di lokasi, korban mengaku mendadak seperti kehilangan kesadaran. Dalam kondisi itu, pelaku membuka kerudung korban lalu meminta seluruh perhiasan yang dikenakan.

"Saya seperti tidak sadar. Kerudung saya dibuka, terus giwang dan gelang diminta, saya kasih begitu saja," katanya.

Usai menguasai perhiasan korban, pelaku langsung meninggalkan area makam. Korban baru tersadar sekitar 30 menit kemudian dan berjalan pulang seorang diri dengan kondisi tubuh lemas serta gemetar.

"Waktu sadar, orangnya sudah tidak ada. Saya pulang jalan kaki karena rasanya lemas sekali," ungkapnya.

Sesampainya di rumah, korban baru menyadari gelang emas miliknya dengan berat sekitar tujuh hingga delapan gram serta sepasang anting telah raib.

"Gelangnya sekitar tujuh sampai delapan gram. Kalau giwangnya memang tidak terlalu mahal," imbuhnya.

Baca Juga: Tidak Libur, SIswa dan Santri PP Bahrul Ulum Bakal Dapat Tugas Ini Selama Pelaksanaan Muktamar NU

Anak korban, Rumiati, 35, mengatakan sempat melihat ibunya dibonceng pria tersebut. Namun saat itu ia mengira tidak terjadi sesuatu karena korban terlihat mengikuti pelaku tanpa perlawanan.

"Saya sempat melihat ibu dibonceng, tapi tidak curiga karena ibu tidak memberi isyarat apa pun," katanya.

Setelah mengetahui ibunya menjadi korban dugaan gendam, keluarga berupaya menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.

Dari hasil penelusuran, pelaku terekam melarikan diri menggunakan Honda PCX merah dengan pelat nomor berawalan huruf W.

Baca Juga: Rektor Unhasy Jombang: Saya Berharap Ketum PBNU Terpilih Fokus Tingkatkan Kualitas SDM 

"Motor dan pelat nomornya terlihat jelas di CCTV. Orangnya memakai hoodie hitam dan helm," ujarnya.

Rekaman itu kemudian diserahkan kepada polisi sebagai bahan penyelidikan. Petugas juga telah mendatangi rumah korban untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

"Kami sudah melapor dan polisi juga sudah datang ke rumah," ucapnya.

Kapolsek Megaluh Iptu Irfendi Fibrianto membenarkan pihaknya menerima laporan dugaan tindak pidana tersebut. Saat ini polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri identitas pelaku.

"Laporan sudah kami terima dan saat ini masih kami lakukan penyelidikan lebih lanjut," tegasnya. (riz)

Editor : Ainul Hafidz
Megaluh Jombang emas gendam ziarah