Lansia di Jombang Ditemukan Tewas dalam Kamar Kos, Diduga Depresi karena Masalah Keluarga

Achmad RW • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 10:58 WIB
EVAKUASI: Petugas mengevakuasi GSG, 60, yang mati di kamar kos di Jalan Kapten Tendean, Desa Sengon, Kecamatan Jombang, Sabtu (25/7). (Achmad RW/Radar Jombang)
EVAKUASI: Petugas mengevakuasi GSG, 60, yang mati di kamar kos di Jalan Kapten Tendean, Desa Sengon, Kecamatan Jombang, Sabtu (25/7). (Achmad RW/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Seorang lansia berinisial GSG, 60, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kos di Jalan Kapten Tendean, Desa Sengon, Kecamatan Jombang, Sabtu (25/7) sekitar pukul 14.00.

Korban diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

’’Korban yang merupakan warga Dusun Gabus, Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang itu ditemukan dalam kondisi leher terjerat seutas tali yang diikatkan pada ventilasi udara kamar kos,’’ kata Kapolsek Jombang AKP Edy Widoyono.

Baca Juga: Pabrik Pakan Ternak di Mojowarno Jombang Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 600 Juta

Jasad korban pertama kali diketahui pemilik rumah kos, Khoirul Rodjikin. Saat itu, pemilik kos datang untuk menagih uang sewa kamar.

Setelah beberapa kali mengetuk pintu namun tidak mendapat jawaban, pemilik kos mulai curiga. Kecurigaan semakin kuat setelah melihat seutas tali tampar kecil berwarna kuning terikat pada ventilasi udara.

’’Pemilik kos merasa curiga karena saat mengetuk pintu tidak ada respons. Lalu pemilik kos berinisiatif menghubungi perangkat desa yang selanjutnya melapor ke petugas kepolisian untuk melakukan pendobrakan,’’ urainya.

Petugas bersama warga kemudian membuka akses kamar melalui jendela. Saat pintu berhasil dibuka, korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam posisi tergantung.

Baca Juga: Kepala Desa se-Jombang Turun ke Lapangan, Mantapkan Persiapan PKDI Cup 2026

Jenazah selanjutnya dievakuasi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang ke RSUD Jombang untuk menjalani pemeriksaan medis.

Dari hasil penyelidikan, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keterangan saksi juga mengarah pada dugaan korban nekat mengakhiri hidup karena mengalami depresi. 

’’Korban mengalami depresi akibat permasalahan keluarga, dan keterangan dari para saksi, korban sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri,’’ ucapnya.

Usai proses visum selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (riz/jif)

Informasi dalam berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa.

Jika anda butuh bantuan konsultasi untuk mengatasi depresi, atau anda melihat orang yang ingin melakukan aksi bunuh diri bisa menghubungi nomor darurat Kementerian Kesehatan di 119.

Editor : Ainul Hafidz
kamar kos Sengon tewas Jombang gantung diri