JombangBanget.id – Aksi brutal kawanan gangster kembali terjadi di Jombang.
Kali ini menimpa RAW, 16, remaja asal Kecamatan Mojowarno, Jombang.
Ia harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah dikeroyok gerombolan gangster. Ponsel miliknya juga dirampas.
Peristiwa itu terjadi Jumat (19/6) sekitar pukul 02.30 di jalan arah Gajah, tepat di depan penggilingan batu Dusun Berjel, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro.
Baca Juga: Proyek Embung Purisemanding Jombang Masih Tertahan, Sertifikat Lahan Belum Tuntas
”Kejadiannya di depan penggilingan batu, adik saya diadang di jalan terus dikeroyok,” terang DW, paman korban.
Malam itu, RAW bersama lima rekannya pulang dari ngopi di wilayah Kecamatan Ngoro.
Mereka berboncengan tiga motor. Sesampainya di Dusun Berjel, rombongan mereka diadang sekelompok pemotor berpakaian hitam dan bermasker sambil menunjukkan senjata tajam.
”Awalnya dihadang, dilempari batu, tapi berhasil kabur,” lanjutnya.
Nahas, rupanya di belakang gerombolan pertama mereka kembali diadang kelompok lain berjumlah sekitar 25 orang.
”Yang kedua ini lebih anarkis, bawa sajam juga,” imbuhnya.
RAW akhirnya tertangkap, ditarik, lalu dikeroyok. Ia dipukul, ditendang, bahkan diseret ke kebun tebu.
”Ya ditendang, dipukuli pakai tebu juga. Ada memar-memar di punggungnya,” jelasnya.
Kondisi korban mengalami patah pergelangan tangan, memar di punggung, serta benjol di kepala dan wajah. Ponselnya ikut dirampas.
Aksi itu berhenti setelah mobil patroli Polsek Ngoro melintas. Puluhan pemuda bermasker langsung kabur.
Baca Juga: Kuota Siswa Bertambah, SDM Sekolah Rakyat Jombang Belum Mencukupi
Korban selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Jombang.
”Sudah lapor tadi ke Polres Jombang,” pungkas DW.
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander membenarkan laporan tersebut.
”Benar, hari ini ada laporan dari korban melalui orang tuanya. Kami masih periksa lebih lanjut dan melakukan penyelidikan,” tegasnya.
Sebelumnya, aksi pengeroyokan terjadi di depan RS Al Aziz, Jalan Raya Tembelang, Sabtu malam (13/6).
Seorang remaja menjadi korban setelah dicegat rombongan yang diduga terafiliasi salah satu perguruan silat. Dua pelaku kini telah dibekuk polisi.
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengungkapkan, dari hasil penyelidikan, dua orang ditetapkan sebagai tersangka.
”Mereka rombongan. Setelah dilakukan pemeriksaan, dua orang ditetapkan sebagai tersangka, satu dewasa dan satu anak di bawah umur," terangnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz