JombangBanget.id - Aksi pencurian dengan modus berpura-pura menjadi pembeli menyasar sebuah toko bangunan dan perlengkapan kayu lapis di Jalan Ahmad Yani Nomor 17, Kecamatan Jombang, Rabu (3/6) pagi.
Dalam kejadian itu, satu unit ponsel operasional toko raib digondol pelaku.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.00–10.00, ketika hanya satu karyawan yang berjaga karena rekan lainnya sedang mengantar pesanan pelanggan.
Mareta Adinda mengatakan, saat kejadian terdapat tiga pria datang hampir bersamaan ke toko.
Baca Juga: Ditinggal 10 Menit, Kandang Ayam di Peterongan Jombang Hangus Terbakar
Meski tampak tidak saling mengenal, ketiganya diduga sudah mengatur peran untuk mengalihkan perhatian penjaga toko.
”Saya sedang melayani beberapa pembeli sekaligus. Saat itu juga ada telepon masuk ke ponsel operasional toko, lalu saya letakkan kembali setelah menerima panggilan,” ujar Dinda.
Menurutnya, salah satu pria berpura-pura membeli amplas, sementara pembeli lain meminta dilayani lebih dulu sehingga fokus pelayanan terpecah.
Situasi makin menyulitkan ketika salah satu pelaku mencoba transaksi pembayaran menggunakan kartu, namun gagal. Saat ditawari QRIS, pelaku berdalih tidak memiliki saldo dan keluar dengan alasan mengambil uang tunai di ATM.
Kecurigaan muncul saat Dinda hendak kembali menggunakan ponsel operasional. Ponsel yang sebelumnya diletakkan di dekat rak pajangan sudah tidak berada di tempatnya.
”Saya coba telepon masih berdering, tapi tidak diangkat. Tidak lama kemudian sudah tidak bisa dihubungi,” katanya.
Setelah dicek melalui rekaman CCTV, terlihat seorang pria mengambil ponsel saat kasir sedang lengah melayani pembeli lain.
”Terlihat pelaku memasukkan ponsel ke dalam saku jaketnya lalu pergi meninggalkan toko,” ungkap Dinda.
Akibat kejadian itu, toko kehilangan satu unit ponsel Android yang digunakan untuk operasional harian.
Baca Juga: Binrohtal: Tak Hanya Rajin Ibadah, Berikut Tanda Orang Beruntung yang Disebut dalam Alquran
Selain kerugian perangkat, pihak toko juga khawatir terhadap data penting yang tersimpan di dalamnya, mulai dari nomor kontak hingga data pelanggan. Meski demikian, pihak toko tidak melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Sebagai langkah pencegahan sekaligus memberi efek jera, rekaman CCTV aksi pencurian itu justru disebarkan melalui media social. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz