JombangBanget.id – Jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal di media sosial (medsos).
Agar tidak menjadi korban seperti WD, 54, asal Dusun Penanggalan, Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung, Jombang.
Motor janda ini dibawa kabur lelaki yang baru dikenalnya di medsos, Jumat (15/5) siang.
Pelaku berkenalan dengan korban melalui media sosial Facebook. Mereka berkenalan sekitar sepekan lalu.
’’Awalnya kenal lewat medsos. Dia sempat chat, lalu saya blokir. Tapi dia masih bisa menghubungi nomor HP saya,’’ ucap korban.
Baca Juga: Gandeng Akademisi, Pemdes Plumbon Gambang Jombang Wujudkan Desa Sehat dan Berkelanjutan
Hati wanita seperti es batu. Karena terus dihubungi, korban akhirnya merespons.
Pelaku mengaku bernama Kusyadi dari Probolinggo. Dia baru pertama kali datang ke rumah korban. Saat itu, pelaku mengaku sedang berada di Mojoagung dan hendak berkunjung.
’’Karena menghargai tamu, akhirnya saya persilakan datang ke rumah,’’ katanya.
Pelaku datang seorang diri tanpa membawa kendaraan. Kepada korban, pria tersebut mengaku datang ke Jombang bersama rekannya yang sedang menjenguk keluarga sakit.
Sekitar satu jam berada di rumah korban, pelaku kemudian berpamitan sambil menelepon seseorang.
’’Dia bilang mau jemput temannya di By Pass Mojoagung karena tidak tahu jalan. Dia lalu pinjam motor anak saya,’’ ungkap WD.
Korban kemudian menyerahkan kunci sepeda motor Honda Beat nopol W 3317 ZO yang terparkir di depan rumah.
Pelaku berdalih akan menjemput temannya dan mengajak mampir ke rumah korban sebelum pulang.
Namun setelah membawa motor tersebut, pelaku tidak kembali lagi.
’’Saya baru sadar beberapa menit kemudian. Nomornya juga sudah tidak bisa dihubungi,’’ urainya.
Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas membenarkan adanya laporan dugaan penggelapan sepeda motor tersebut.
’’Modus pelaku datang ke rumah korban karena sebelumnya sudah berkenalan lewat Facebook sekitar satu minggu lalu,’’ ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta.
’’Kasus ini masih kami lakukan penyelidikan. Kami terus melacak keberadaan pelaku,’’ tegas Yogas. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz