Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pulang Kerja, Pria di Jombang Jadi Korban Pengeroyokan Gangster

Achmad RW • Selasa, 12 Mei 2026 | 08:05 WIB
Ilustrasi pengeryokan. (Ainul Hafidz/AI/Radar Jombang)
Ilustrasi pengeryokan. (Ainul Hafidz/AI/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Seorang pria menjadi korban pengeroyokan diduga dilakukan kelompok gangster saat perjalanan pulang kerja di Dusun Jasem, Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, Jombang, Sabtu (10/5) dini hari.

Korban bernama UQ, 25, warga Desa Kalikejambon, Kecamatan Tembelang, mengalami luka bacok di punggung dan lebam di sejumlah bagian tubuh.

Sebelum kejadian ia pulang bekerja dari sebuah warung makan di wilayah Gudo. Sekitar pukul 02.00, ia sempat berhenti di warung Madura dekat pertigaan Klenteng Gudo untuk membeli minum.

”Waktu itu saya lihat ada gerombolan orang memenuhi jalan sambil geber-geber motor. Mereka datang dari arah timur terus belok ke utara,” terangnya.

Baca Juga: Produksi Beras Jombang Meledak, Surplus Tembus 108 Ribu Ton

Gerombolan tersebut mengenakan pakaian serba hitam, sebagian memakai hoodie dan menutup wajah dengan masker.

”Kelihatannya seperti gangster, pakaiannya hitam semua,” ujarnya.

Saat melanjutkan perjalanan, dia kembali berpapasan dengan kelompok pemuda di perempatan dekat SMPN 2 Diwek. Ia memilih berbelok ke timur agar lebih dekat rumah warga. Namun, salah satu pelaku meneriakinya untuk berhenti.

“Mereka teriak suruh berhenti, tapi saya nggak berhenti karena takut,” katanya.

Tak lama kemudian, rombongan itu mengejar dengan sepeda motor. Salah satu pelaku memepet dan menendang setang motor korban hingga ia terjatuh menabrak tiang lampu.

”Saya langsung jatuh dan nabrak tiang lampu di depan rumah warga,” lanjutnya.

Dalam kondisi terjatuh, dia dikeroyok secara brutal.

”Mereka langsung mukul dan nendang kepala saya. Ada yang mukul pakai helm berkali-kali ke belakang kepala,” sambungnya.

Ia sempat berusaha melawan, namun jumlah pelaku yang banyak membuatnya kewalahan.

”Saya coba berdiri dan melawan, tapi orangnya banyak,” ujarnya.

Baca Juga: Kuota SPMB SMA/SMK di Jombang Belum Final, Begini Penjelasan Cabdindik

Pengeroyokan semakin parah ketika salah satu pelaku mengayunkan senjata tajam.

“Punggung saya disabet parang. Alhamdulillah nggak sampai luka parah,” imbuhnya.

Aksi itu berhenti setelah seorang warga keluar rumah mendengar keributan.

”Pas ada warga keluar, mereka langsung kabur ke arah timur,” tuturnya.

Umar menyebut dua pelaku sempat melaju ke arah barat dengan motor jenis CBR sebelum kembali bergabung dengan rombongan.

Akibat kejadian tersebut, dia mengalami luka lebam di kaki dan pinggang, telinga sempat berdarah, serta benjol di kepala akibat pukulan helm.

”Telinga saya sempat berdarah sedikit, kepala juga benjol. Kalau yang di punggung itu bekas sabitan parang,” tandasnya.

Kapolsek Diwek AKP Darul Huda membenarkan peristiwa tersebut.

”Iya memang kemarin ada informasi perihal kejadian tersebut, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#pengeroyokan #gangster #watugaluh #Pulang Kerja #Jombang