JombangBanget.id - Kondisi lima remaja korban ledakan petasan di Dusun Kuwayuhan, Desa Pucangro, Kecamatan Gudo, Jombang mulai menunjukkan perkembangan.
Namun satu korban terpaksa menjalani operasi amputasi pada salah satu jarinya akibat luka yang cukup parah.
Kelima korban sebelumnya mengalami luka bakar setelah ledakan diduga berasal dari petasan yang terjadi pada Jumat (13/3) sekitar pukul 23.30 di teras rumah warga.
Mereka kemudian dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan penanganan medis.
Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran mengatakan, para korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 02.00 dini hari dalam kondisi luka bakar dengan tingkat yang bervariasi.
”Kelima pasien datang dengan luka bakar yang berbeda-beda. Ada yang sekitar 12 persen, kemudian 25 persen, 28 persen, hingga 30 persen. Luka bakar akibat petasan biasanya cukup dalam sehingga harus kami tangani dengan serius,” ujarnya.
Setibanya di rumah sakit, tim medis langsung melakukan penanganan gawat darurat sebelum seluruh korban dipindahkan ke ruang perawatan khusus.
”Dini hari itu juga langsung kami lakukan penanganan darurat, kemudian lima pasien tersebut dimasukkan ke ruang Yudistira untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif,” kata Pudji.
Dari lima korban tersebut, satu orang mengalami kondisi paling serius karena tangan kirinya mengalami cedera berat akibat ledakan petasan.
”Pada satu pasien terjadi crush injury pada tangan kiri. Jari keduanya mengalami kerusakan sangat berat akibat ledakan tersebut,” jelasnya.
Menurut Pudji, tim medis sempat melakukan diskusi dengan keluarga korban terkait tindakan medis yang harus diambil.
Awalnya pihak keluarga menolak tindakan amputasi pada jari korban.
Namun setelah dilakukan penjelasan mengenai kondisi luka yang cukup parah, keluarga akhirnya menyetujui tindakan operasi.
”Setelah melalui diskusi dengan keluarga, akhirnya diputuskan dilakukan amputasi pada jari kedua tangan kiri. Operasi dilakukan sekitar pukul 03.00 dini hari dan alhamdulillah berjalan dengan baik,” katanya.
Sementara itu, empat korban lainnya saat ini masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar di beberapa bagian tubuh.
”Untuk empat pasien lainnya kondisinya relatif stabil. Rencananya besok akan kami lakukan tindakan debridement untuk membersihkan jaringan luka bakar,” ujar Pudji.
Pihak rumah sakit memastikan seluruh korban akan terus mendapatkan penanganan medis secara intensif hingga kondisi mereka benar-benar membaik. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz