Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Puluhan Santri Ponpes di Mojoagung Jombang Keracunan Massal, Usai Santap Rawon dan Telur Asin MBG

Achmad RW • Sabtu, 7 Maret 2026 | 07:32 WIB

DIRAWAR INTENSIF: Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Sholawat Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, diduga mengalami keracunan usai berbuka puasa, Kamis (5/3).
DIRAWAR INTENSIF: Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Sholawat Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, diduga mengalami keracunan usai berbuka puasa, Kamis (5/3).

JombangBanget.id – Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Sholawat Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang diduga mengalami keracunan usai berbuka puasa, Kamis (5/3).

Para santri mengalami mual, muntah hingga lemas setelah menyantap nasi rawon dan telur asin dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 18.00. Awalnya para santri berbuka seperti biasa, namun tak lama kemudian keluhan mulai bermunculan.

”Setelah magrib anak-anak buka puasa. Ada yang baru separuh makan sudah merasa mual dan muntah, ada yang selesai makan baru muntah,” ujar pengasuh Ponpes KH Muhammad Adam.

Kiai Adam sempat mengira keluhan itu akibat telat makan setelah berpuasa seharian. Namun jumlah santri yang terdampak terus bertambah, terutama santri putri.

“Saya kira hanya telat makan atau maag. Ternyata banyak yang mengalami, yang perempuan ada yang lemas, nangis bahkan sampai pingsan,” ungkapnya.

Awalnya ia mengira keluhan tersebut dikarenakan para santri terlambat makan setelah berpuasa seharian.

Namun dalam waktu singkat keluhan serupa dialami banyak santri, terutama santri putri.

“Saya kira hanya telat makan atau maag. Ternyata banyak yang mengalami, yang perempuan ada yang lemas, nangis bahkan sampai pingsan,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, pihak pondok segera berkoordinasi dengan pihak dapur MBG untuk mengevakuasi para santri menggunakan ambulans ke RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung.

Total sekitar 40 santri dilarikan ke rumah sakit, terdiri dari 30 santri putri dan 10 santri putra.

Baca Juga: Heboh! PMT Posyandu Diduga Picu Keracunan Massal di Mojoagung Jombang

Adam menjelaskan, pada Kamis pagi sekitar pukul 09.00, pihak pondok menerima paket MBG dari SPPG Betek berupa roti, buah-buahan, dan telur asin.

Sementara untuk menu berbuka puasa, pihak pondok memasak nasi dan rawon sendiri.

”Nasinya dan rawonnya dari pondok, sedangkan lauknya menggunakan telur asin dari MBG,” jelasnya.

Di asrama tersebut terdapat sekitar 84 santri jenjang SMP dan SMA yang tinggal di pondok. Dari jumlah tersebut tidak semuanya mengalami keluhan yang sama.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Hexawan Tjahja Widada mengatakan para santri datang ke rumah sakit dengan indikasi gangguan akibat makanan.

”Gejalanya mual dan muntah seperti pada kasus intoleransi makanan,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Pihaknya juga telah mengambil sejumlah sampel untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

”Sampel yang diambil ada rawon, telur asin, dan muntahan korban. Besok akan kami kirim ke laboratorium untuk diperiksa,” katanya.

Menurut Hexawan, pihaknya belum dapat memastikan sumber penyebab keracunan karena masih menunggu hasil uji laboratorium.

”Kita belum bisa menyebut dari MBG, karena rawon juga dari pondok. Untuk telur asin juga harus dipastikan dulu asalnya dari SPPG atau dari pondok,” pungkasnya. (riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#rawon #ponpes #Mojoagung #Santri #Mbg #mual #racun #telur asin #keracunan #RS PKU Muhammadiyah #betek #keracunan mbg #Jombang #telur #rumah sakit #Makan Bergizi Gratis