JombangBanget.id - Puluhan remaja bermotor terlibat bentrok di Dusun Sugihwaras, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Jombang, pada Jumat (28/11) dini hari.
Warga yang resah kompak membubarkan aksi gerombolan pembuat onar ini.
Beberapa di antaranya berhasil diamankan warga dan diserahkan ke polisi.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di perempatan dekat SPBU Bandung. Dua kelompok gerombolan pemotor tiba-tiba bertemu di lokasi tersebut dan terjadi bentrok.
”Tiba-tiba mereka bertemu terus terjadi tawuran. Jumlahnya banyak sekali,” terang Alfan warga sekitar.
Mendengar suara ribut-ribut, sejumlah warga dan pemuda desa kompak keluar untuk membubarkan aksi tawuran.
Mengetahui warga berdatangan, dua kelompok remaja ini berlarian berusaha kabur. Sebagian bahkan nekat meninggalkan motor.
”Begitu warga datang mereka langsung kabur. Ada yang lari ke arah barat, beberapa lari ke sawah meninggalkan motor,” bebernya.
Beberapa di antara mereka berhasil diamankan warga, berikut sejumlah unit sepeda motor.
”Yang berhasil ditangkap sekitar lima orang dengan tiga motor," tambahnya.
Saat dicecar warga, mereka mengaku berasal dari sejumlah desa.
Baca Juga: Karnaval di Desa Ini di Jombang Diwarnai Aksi Tawuran, Acara Dibubarkan Lebih Awal
”Ada yang mengaku dari Mayangan, Jogoroto ada yang mengaku dari Mojoagung,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, warga kemudian menyerahkan anggota gerombolan pembuat onar berikut tiga unit motor ke Polsek Diwek.
Kapolsek Diwek AKP Darul Huda membenarkan kejadian tersebut. Dari hasil pendataan, kelimanya diketahui masih di bawah umur.
”Mereka semua masih di bawah umur,” terangnya.
Disinggung motif terjadinya bentrok, Darul menyebut kedua kelompok tersebut belum sempat tawuran.
”Jadi belum sempat terjadi tawuran. Namun memang akan tawuran, sampai akhirnya dibubarkan warga,” terangnya.
Karena dinilai tak ada unsur pidana dalam kasus itu, para remaja itupun dikembalikan kepada orang tuanya masing-masing.
Sejumlah warga yang sebelumnya menyerahkan kelimanya ke polsek juga dihadirkan untuk dilakukan mediasi.
”Diselesaikan secara kekeluargaan dan diminta menandatangani pernyataan damai,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz