Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Kesehatan Kota Santri Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik & Pemerintahan Politika Wisata

Polisi Tak Temukan Unsur Kekerasan, soal Siswa Jombang Meninggal di Kelas

Achmad RW • Senin, 17 November 2025 | 23:31 WIB

 

Seorang siswa kelas 7 berinisial GM, 13, meninggal mendadak saat mengikuti pembelajaran, Sabtu pagi (15/11).
Seorang siswa kelas 7 berinisial GM, 13, meninggal mendadak saat mengikuti pembelajaran, Sabtu pagi (15/11).

JombangBanget.id –  Aktivitas belajar mengajar di Mts Miftakhul Ulum Jarak Kulon, Desa Jarakkulon, Kecamatan Jogoroto, Jombang, berubah duka.

Seorang siswa kelas 7 berinisial GM, 13, meninggal mendadak saat mengikuti pembelajaran, Sabtu pagi (15/11).

Korban sempat pingsan dan mengalami kejang sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Polisi memastikan tidak ada unsur kekerasan dan menduga korban meninggal akibat sakit.

Kapolsek Jogoroto AKP M Djulan mengatakan, hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

”Benar, ada siswa meninggal mendadak di dalam kelas,” ujarnya.

Dari keterangan sejumlah saksi, kondisi GM sejak pagi terlihat tidak seperti biasanya.

”Informasi awal, korban berangkat tanpa bekal dan diduga belum makan,” kata Djulan.

Kepala Mts Miftakhul Ulum Shofi’I menjelaskan, GM baru tiba di rumah neneknya di Dusun Ngepung, Kecamatan Mojowarno pada malam sebelumnya.

”Kata neneknya, kemarin dia dari rumah ibunya di Tulungagung dan sampai rumah nenek di Ngepung jam 21.00,” ungkapnya.

Pagi harinya, GM berangkat sekolah tanpa sarapan dan tidak membawa bekal makanan.

Ia mengayuh sepeda angin sejauh lebih dari empat kilometer menuju madrasah.

Sesampainya di sekolah, GM mengikuti kegiatan rutin membaca Alquran. Namun, Shofi’i melihat gelagat janggal.

”Tulisannya kurang, belum selesai dia nulis,” tuturnya.

Tak berselang lama, kondisi GM berubah drastis. Ia tiba-tiba kehilangan kesadaran dan tubuhnya melorot dari bangku kelas.

”Teman-temannya dan guru segera mengangkatnya menuju UKS. Di UKS dia sudah nazak,” kata Shofi’i.

Pihak sekolah segera menghubungi Puskesmas Jarak Kulon. Kepala Puskesmas, Ainun Zubaidah, membenarkan laporan itu.

”Saat dilaporkan ke puskesmas, anak GM sudah tidak sadarkan diri,” terangnya.

Sebelum petugas tiba, korban juga dilaporkan mengalami kejang.

”Dan saat kami sampai dan dilakukan pemeriksaan, nadinya sudah tidak terasa. Pemeriksaan pupil mata juga menunjukkan tidak ada respons, dan dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Dengan tidak ditemukannya tanda kekerasan, polisi menegaskan bahwa kematian GM diduga murni karena sakit.

”Dari pemeriksaan tidak ada bekas tanda penganiayaan, sehingga diduga karena sakit,” jelas AKP M Djulan.

Ia menambahkan, keluarga telah menerima musibah ini dan menolak dilakukan otopsi.

”Sudah dimakamkan, dan keluarga tidak menghendaki ada otopsi,” pungkasnya.

Jenazah GM kemudian dimakamkan di pemakaman umum Dusun Ngepung, Desa Selorejo, Kecamatan Mojowarno, beberapa saat setelah kejadian. (riz/naz)

 

Editor : Ainul Hafidz
#meninggal #siswa Jombang #Sekolah #Jarakkulon #Jogoroto #siswa #siswa meninggal di sekolah #kelas #Jombang