JombangBanget.id – Aksi penipuan bermodus kecelakaan menimpa DPP, 15, pelajar asal Kecamatan Ploso, Jombang.
Motor miliknya raib digondol dua orang tak dikenal saat ia melintas di wilayah Kecamatan Kudu, Jombang, Sabtu siang (13/9). Kasusnya dilaporkan ke Polsek Kudu.
”Laporan sudah kami terima dan kasus masuk dalam tahap penyelidikan. Identitas pelaku sedang kami dalami,” terang Kapolsek Kudu Iptu Imam Subekti.
Kejadian itu, berlangsung pada Sabtu (13/9) sekitar pukul 12.45.
”Jadi awalnya itu korban bersama seorang teman baru pulang jalan-jalan dari Sendang Made menuju Ploso,” terangnya.
Namun, tepat saat melintas di barat Pasar Tapen, mereka tiba-tiba saja dihentikan dua pria tidak dikenal.
Kedua pria itu kemudian menggiring korban ke depan sebuah toko ponsel tak jauh dari lokasi awal.
”Dengan nada meyakinkan, salah satu pelaku mengatakan adiknya mengalami kecelakaan yang disebabkan korban,” imbuhnya.
Saat itu, teman korban yang juga masih berstatus pelajar menunggu di atas motor korban yang diparkir di depan toko.
Singkatnya, pelaku kemudian membonceng DPP dengan dalih untuk mengecek kondisi adik pelaku.
”Korban diajak pergi untuk melihat kondisi adik yang katanya jadi korban tabrak. Namun itu korban justru diturunkan di tengah jalan,” bebernya.
Baca Juga: Begini Penjelasan Polisi Soal Maling Motor di Jombang Babak Belur Dihajar Warga
Tidak lama kemudian, pelaku kembali sendirian ke depan toko ponsel.
Setibanya di depan counter, rekan pelaku langsung meminta kunci motor yang dipegang teman korban.
Dengan alasan mencocokkan kendaraan, kunci disambar dan motor dibawa kabur ke arah timur.
”Pelaku menyebut akan segera kembali setelah memastikan motor,” jelas Imam.
Waktu berjalan cukup lama. Korban dan saksi menunggu dengan penuh kebingungan di tempat terpisah.
Namun, pelaku tak pernah kembali. Hingga beberapa jam kemudian, korban sadar motor sudah dibawa lari.
”Korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Kudu.
Ia menambahkan, kasus semacam ini kerap memanfaatkan kepanikan korban yang masih remaja.
Dengan dalih kecelakaan, pelaku berusaha membuat korban percaya dan kehilangan kendali.
”Kami imbau masyarakat, khususnya anak-anak muda, lebih hati-hati ketika ada orang asing datang dengan cerita yang tidak jelas. Jangan mudah menyerahkan kunci kendaraan tanpa pendampingan orang tua atau pihak berwenang,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz