JombangBanget.id – ARS, 5, ditemukan meninggal setelah hanyut Sungai Pait Dusun Murangagung, Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng, Jombang, Kamis (21/8).
Sebelum ditemukan, upaya pencarian sempat dilakukan selama sehari semalam.
’’Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,’’ kata Kapolsek Bareng, AKP Musto’ib.
Peristiwa tragis ini bermula pada Kamis (21/8/2025) siang saat korban bermain bersama dua rekannya.
Pukul 11.00 WIB, AANA, 8, berangkat dari rumah dengan sepeda mini menuju rumah KH, 7.
’’Keduanya kemudian bersepeda menuju rumah ARS, 5 yang masih satu dusun,’’ terangnya.
Mereka bertiga sempat berkeliling Dusun Murangagung menggunakan sepeda masing-masing.
Menjelang tengah hari, sekitar pukul 12.00 WIB, KH mengajak korban dan AANA, mandi di Sungai Pait yang tak jauh dari pemukiman warga.
’’Ketiga anak itu turun ke sungai, melepas lelah setelah bersepeda berkeliling kampung,’’ ungkapnya.
Namun hanya sekitar 15 menit berada di sungai, suasana berubah mencekam.
Arus deras tiba-tiba menyeret tubuh mungil ARS hingga tak lagi terlihat di permukaan.
Baca Juga: Cabup Jombang Warsubi Takziah ke Rumah Korban Tenggelam, Siapkan Program Penanganan Banjir
Kedua temannya panik, berlari ke jalan, mengayuh sepeda, menyisir tepian sungai untuk mencari, namun tidak menemukan korban.
Ketika rasa takut semakin besar, KH mengajak AANA kembali berkeliling kampung lalu pulang ke rumah masing-masing.
’’Nah, saat di rumah, AANA, menceritakan kejadian tersebut kepada ayahnya,’’ imbuh Musto’ib.
Sang ayah segera memberi tahu kepala dusun yang kemudian melaporkannya ke Polsek Bareng.
Begitu mendapat laporan, tim gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Pait.
Polisi bersama Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Damkar Jombang, RAPI, SEMAR, serta warga langsung menyisir area sungai sejak siang hingga malam.
Pencarian dilakukan manual maupun dengan perahu karet. Namun hingga Kamis malam, korban belum ditemukan.
Pagi berikutnya, Jumat (22/8), pencarian dilanjutkan sejak matahari terbit.
Sekitar pukul 10.00 WIB, tubuh ARS akhirnya ditemukan di aliran sungai, sekitar 600 meter dari titik awal hanyut.
Polisi turut mengamankan barang bukti berupa celana pendek bermotif doreng dan sepeda ontel milik korban yang ditinggalkan di tepi sungai.
Musto’ib menegaskan, peristiwa ini menjadi pelajaran penting agar orang tua lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak.
’’Kami imbau orang tua selalu mengawasi anak, terutama jika bermain di sekitar area berbahaya seperti sungai,’’ pesannya. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz