JombangBanget.id – Kebakaran hebat menimpa sebuah kandang ayam petelur di Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Jombang, Selasa (20/5) dini hari.
Selain membakar bangunan kandang, sebanyak 9.000 ekor indukan ayam petelur mati terpanggang.
Kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
”Kejadiannya dilaporkan sekitar pukul 01.30. Yang terbakar adalah tempat usaha berisi ayam petelur milik PT Satwa Utama Raya unit 4,” terang Plt Kalaksa BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas.
Kebakaran pertama kali diketahui penjaga kandang sekitar pukul 01.30 dini hari.
Saat itu empat orang penjaga kandang mendengar sirine alarm yang menyala di salah satu sudut kandang.
Penajaga kemudian bergegas mengambil apar untuk memadamkan api. Namun, upaya tersebut tak berhasil dan seketika mengubungi petugas damkar.
Tak lama berselang, petugas dari Pos Damkar Ngoro tiba di lokasi disusul petugas damkar dari pos lain turut membantu memadamkan api.
Petugas mengerahkan tiga unit mobil fire pumper dan dua tangki suplai.
Banyaknya material yang mudah terbakar membuat kobaran api cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Setelah sekitar lima jam berjuang, api berhasil dipadamkan. Meski begitu, petugas tetap melakukan proses pembasahan.
Baca Juga: Rumah Pasangan Guru di Jombang Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah
”Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 01.30 sampai pukul 11.30 sampai benar-benar dinyatakan selesai,” terangnya.
Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian itu.
Namun, bangunan kandang berukuran 12x120 meter persegi beserta 9.000 ekor indukan ayam di dalamnya hangus dilalap si jago merah.
”Kerugian materill diperkirakan mencapai Rp 700 juta,” imbuhnya.
Dari hasil olah kejadian perkara yang dilakukan petugas, kebakaran tersebut diduga berasal dari korsleting listrik pada salah satu kandang.
”Indikasi penyebabnya karena korsleting listrik,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz