JombangBanget.id – Gudang produksi kasur spons di Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, Jombang terbakar hebat, Kamis (15/3) pagi.
Tidak ada korban jiwa dari insiden kebekaran ini.
Namun, kerugian materill ditaksir mencapai Rp 500 juta.
Dugaan sementara, api dipicu dari peristiwa korsleting listrik.
Kapolsek Diwek AKP Edy Widoyono mengatakan, kebakaran gudang produksi kasur busa terjadi sekitar pukul 04.00.
Saat itu warga melihat kepulan asap berasal dari gudang produksi kasur busa milik Meli Efendi, 31, warga setempat.
Warga yang panik bergegas membangunkan pemilik gudang yang rumahnya berdekatan dengan gudang.
”Ternyata pemilik gudang sedang mengirim barang. Di rumah hanya ada istri dan anaknya,” terangnya.
Banyaknya material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar, membakar seluruh bahan baku termasuk tumpukan kasur busa di dalam gudang.
Warga pun bahu membahu berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Beberapa saat kemudian petugas pemadam kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang tiba di lokasi dan langsung bekerja memadamkan api.
Baca Juga: Pabrik Kerupuk di Jombang Terbakar Hebat, Seluruh Bangunan Ludes Dilalap Api
Sedikitnya tiga unit mobil damkar dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.
Besarnya api membuat petugas harus bekerja ekstra untuk memadamkan api. Api baru benar-benar bisa dipadamkan sekitar pukul 08.14 WIB.
”Saat petugas damkar dan Polsek Diwek datang di lokasi, api sudah menjalar membakar hampir seluruh isi gudang dan bahkan dapur rumah pemilik gudang juga ikut terdampak,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (15/5).
Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Selain bangunan gudang, seluruh bahan baku termasuk tumpukan kasur busa yang siap kirim juga ludes terbakar, termasuk peralatan mesin di dalamnya.
”Korban jiwa nihil. Kerugian materill ditaksir mencapai Rp 500 juta,” bebernya.
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara. Dugaan sementara, kebakaran dipicu peristiwa korsleting listik.
”Kebakaran diduga karena adanya korssleting listrik. Masih kita dalami,” pungkas AKP Edi. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz