JombangBanget.id – Angka kecelakaan lalu lintas terjadi selama arus mudik-balik di Kabupaten Jombang cukup tinggi.
Namun, jika dibandingkan dengan angka kasus kecelakaan lalu lintas pada arus mudik-balik Lebaran tahun lalu, angkanya terjadi penurunan.
Berdasarkan data yang dirilis Unit Gakkum Satlantas Polres Jombang, kejadian kecelakaan pada masa mudik-balik Lebaran Idul Fitri 2025 tercatat sebanyak 18 kasus.
Lokasinya, tersebar di jalur arteri hingga jalan kabupaten.
Beberapa korban mengalami luka-luka, namun beberapa di antaranya juga tercatat meninggal dunia.
”Untuk di jalan raya, laka lantas ini turun jauh dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 24 kejadian,” terang Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang Ipda Siswanto.
Di tahun 2024, kejadian laka lantas paling banyak terjadi di Kecamatan Mojoagung, yakni sebanyak 3 kejadian.
Kemudian masing-masing 2 kejadian di Kecamatan Tembelang, Sumobito, Jombang, Kudu, Mojowarno, dan Ngoro.
Disusul masing-masing 1 kejadian di Kecamatan Wonosalam, Gudo, Peterongan, Perak, Bandar Kedungmulyo, dan Kecamatan Megaluh.
Sedangkan di tahun 2025 ini, kejadian laka lantas terbanyak di Kecamatan Mojoagung 3 kejadian.
Kemudian masing-masing 2 kejadian di Kecamatan Mojowarno, Peterongan, Perak, dan Jombang.
Disusul masing-masing 1 kejadian di Kecamatan Gudo, Jogoroto, Sumobito, Tembelang, Bareng, Ngoro, dan Bandarkedungmulyo.
”Kalau dihitung penurunan 25 persen dari tahun sebelumnya," lanjutnya.
Sementara di Tol Jombang-Mojokerto, tercatat ada 13 kecelakaan mulai 21 Maret 2025 hingga 4 April 2025.
“Dari data yang dihimpun, dari 13 laka lantas itu, 12 di antaranya merupakan kecelakaan tunggal, hanya 1 yang melibatkan kendaraan lain yang merupakan tabrak belakang,” terang Kepala Departemen Operasi Astra Infratoll Jomo Zanuar Firmanto.
Zanuar menyebut, dari data itu terlihat juga jika penyebab mayoritas kecelakaan itu adalah karena faktor human error.
Baca Juga: Mudik Bukan Sekadar Tradisi, tetapi Ajaran Agama
Hal itu, terlihat dari sembilan kejadian kecelakaan disebabkan faktor mengantuk dan pengemudi yang kurang antisipasi.
”Sementara ada 4 kecelakaan yang disebabkan pecah ban,” lontarnya.
Meski ada 13 kejadian laka lantas, Zanuar menyebut tak ada korban meninggal dunia dalam laka lantas di Tol Jombang-Mojokerto.
Hanya ada tujuh orang mengalami luka ringan dan dua orang mengalami luka berat.
“Jadi untuk tingkat fatalitas juga terhitung masih rendah,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz