Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Merasa Tertipu, Puluhan Warga Jombang Geruduk Rumah Pengelola Arisan Online

Achmad RW • Sabtu, 15 Maret 2025 | 16:04 WIB
CARI SOLUSI: Sejumlah emak-emak korban arisan online mendatangi rumah ST, 39, warga Desa Godong, Kecamatan Gudo, Jombang, Kamis (13/3) pagi.
CARI SOLUSI: Sejumlah emak-emak korban arisan online mendatangi rumah ST, 39, warga Desa Godong, Kecamatan Gudo, Jombang, Kamis (13/3) pagi.

JombangBanget.id - Sejumlah emak-emak mendatangi rumah ST, 39, warga Desa Godong, Kecamatan Gudo, Jombang, Kamis (13/3) pagi.

Mereka menagih pembayaran arisan yang nominalnya mencapai ratusan juta rupiah yang dibawa lari ST.

Mereka mendatangi rumah ST sekitar pukul 08.00. Namun ST tidak ada di rumah.

Titim Hanifah, 37, asal Desa Sukoiber, Gudo yang menjadi korban arisan bodong menjelaskan, mereka mendatangi rumah pelaku lantaran sudah jengah dengan ulah ST.

Pada Desember 2024 ia ditawari membeli arisan oleh ST. Arisan seharga Rp 4 juta, dan nantinya akan cair sebesar Rp 5 juta.

’’Waktu itu saya transfer Rp 4 juta ke rekening Mbak ST,’’ ujarnya.

Ia dijanjikan, pada 14 Desember, arisan tersebut cair. Dan ia seharusnya mendapat Rp 5 juta.

Namun ternyata uang yang dijanjikan tak kunjung dibayar ST.

’’Pada 13 Desember 2024, saya datang ke Mbak ST, tapi rumahnya kosong. Kata tetangganya disuruh nyari ke orang tuanya, dan saat ke rumah orang tuanya, saya ditemui adiknya. Dibilang Mbak ST gak bisa dihubungi,’’ urainya.

Ia sempat mendatangi Pemdes Godong untuk minta solusi. Pertemuan dengan ST sudah dilakukan. Namun hasilnya, mereka kembali ditipu.

’’Sempat dikumpulkan, sama pengacara juga, kata Mbak ST mau dicicil, tapi sampai hari ini tidak ada kejelasannya,’’ cetusnya.

Baca Juga: Binrohtal, Jangan Tertipu 4 Hal Ini

Bahkan, ia kini tak bisa menghubungi ST. ’’Tiga nomor HP-nya gak ada yang bisa dihubungi. Dan kita nomor di grup diblokir,’’ ujarnya.

Dalam grup arisan yang diblokir ST, ada 9 orang anggota dan semuanya belum dibayar. Sehingga kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah.

’’Anggota di grup itu 9 orang, tapi sebenarnya lebih. Cuma orang-orang ini gak punya HP. Saya Rp 5 juta, ada yang Rp 3,5 juta, ada yang Rp 6,5 juta, ada yang Rp 14 juta, ada yang Rp 20 juta,’’ bebernya.

Hal senada diungkapkan Wulan Nurita Sari, 34,warga Desa Godong. Ia mengaku mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah oleh ST.

’’Saya membeli 2 slot. Pertama 12 Desember Rp 8 juta, kedua Rp 6,5 juta. Dan setelah 12 Desember itu gak ada konfirmasi apa-apa. Ketika saya tanya, katanya Mbak ST, member arisannya rumit, semuanya kabur, gitu alasannya,’’ tuturnya.

Ia dijanjikan akan dibayar setelah ST mendapat pinjaman dari bank.

’’Saya tunggu minggu depannya, setelah itu gak ada kabar. Dan tiba-tiba Mbak ST ngabarin kumpul di balai desa, karena mau diselesaikan secara kekeluargaan,’’ katanya. Namun tetap tidak dibayar.

Lantaran mengalami kerugian hingga mencapai ratusan juta, para anggota arisan melaporkan peristiwa ke polisi.

’’Totalnya yang dijanjikan sekitar Rp 70 juta sampai Rp 100 juta,’’ ucapnya.

Korban didampingi pemerintah desa sudah melapor ke Polsek Gudo. ’’Katanya Mbak ST sudah dipanggil tapi belum datang,’’ ucapnya.

Ahmad Imron, paman ST, mengaku bila pihak keluarga tidak tahu menahu soal masalah arisan yang dikelola ST.

’’Mbak ST sedang berusaha kerja di Bali sebagai pembantu. Upaya keluarga, saya jual sawah dan sudah empat kali saya tawarkan, tapi belum laku,’’ bebernya.

Selama ST tak ada di rumah, ada dua kali surat panggilan dari Polsek Gudo namun belum dipenuhi.

’’Kata petugas, kalau setelah Lebaran Mbak ST tidak ke Polsek Gudo, nanti akan dijemput ke Bali,’’ ujarnya. (riz/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#arisan online #Gudo #penipuan #tertipu #godong #Jombang #korban