Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tanah Longsor Terjang Empat Rumah Warga di Wonosalam Jombang, Satu Korban Meninggal Dunia

Achmad RW • Jumat, 24 Januari 2025 | 14:08 WIB
Bencana tanah longsor menerjang empat rumah warga di Dukuh Banturejo, Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Jombang, Kamis (23/1) pagi
Bencana tanah longsor menerjang empat rumah warga di Dukuh Banturejo, Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Jombang, Kamis (23/1) pagi

JombangBanget.id – Bencana tanah longsor menerjang empat rumah warga di Dukuh Banturejo, Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Jombang, Kamis (23/1) pagi.

Akibat kejadian ini, empat orang warga tertimbun material longsor.

Sebanyak 2 orang ditemukan dalam kondisi selamat, 1 orang ditemukan meninggal dunia, dan 1 orang lainnya masih dalam pencarian.

”Ada 4 warga yang tertimbun. 2 korban ditemukan dalam kondisi selamat, 1 korban ditemukan dalam kondisi meninggal, dan 1 korban lainnya masih dalam proses pencarian,” ungkap Plt Kalaksa BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, Kamis (23/1).

Sarimin, 72, salah satu warga yang rumahnya terdampak tanah longsor menceritakan, bencana tanah longsor terjadi  sekitar pukul 05.15.

Saat itu, anggota keluarganya tengah sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.

Selain istrinya, pagi itu di rumahnya ada anak, menantu, dan dua cucunya yang semalam menginap di rumahnya lantaran terjebak hujan.

”Jadi tadi malam hujan lebat sekali sejak sore sampai Subuh tadi baru reda, sampai cucu saya tidak bisa pulang akhirnya nginap di sini,” terangnya.

Sekitar pukul 05.10-an, menantunya tengah mengeluarkan motor untuk bersiap pulang.

Tiba-tiba, terdengar bunyi keras yang berasal dari batang pohon yang patah dari atas tebing.

Ia bersama seluruh anggota keluarga bergegas keluar mencari tempat aman.

Baca Juga: Lakukan Rapat Koordinasi Intensif, Pemkab Jombang Wujudkan Hunian Tetap Warga Terdampak Longsor Wonosalam

”Terdengar suara cetak, cetak, cetak seperti batang kayu patah beberapa kali dari atas,” terangnya.

Menyadari bahaya tanah longsor datang, ia bersama seluruh anggota keluarganya bergegas lari meninggalkan rumah tanpa sempat menyelamatkan barang-barang berharga.

Benar saja, selang beberapa menit kemudian, rumahnya porak-poranda tertimbun material longsor bersama tiga rumah tetangganya.

”Ya tidak sempat bawa apa-apa, tiga motor dan 5 karung cengkih kering, dagangan istri saya yang memang mracang semuanya ikut tertimbun,” imbuh Sarimin.

Tidak hanya rumahnya, tiga rumah warga lainnya juga porak-poranda diterjang longsor.

Masing-masing rumah milik Nasir, Wiwin Mayangsari, Ducha Ismail, Sarimin dan rumah milik Slamet.

”Rumah warga lainnya juga rusak semua terkena longsor,” terangnya.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke perangkat desa dilanjutkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang dan pihak-pihak terkait.

Dijelaskan, usai menerima laporan itu, BPBD Jombang langsung menerjunkan tim ke lokasi.

Sedikitnya ada empat bangunan rumah warga terdampak longsor sementara empat warga dilaporkan hilang.

Keempatnya masing-masing Ducha Ismail, 60, Widiawati, 40, Makruf, 12, dan Duwi Wandira Ayu Ismail alias Andin, 9.

”Mereka merupakan satu keluarga. Dibantu personel gabungan dan warga, kita langsung fokus lakukan upaya pencarian,” bebernya.

Selain menggunakan alat berat, upaya pencarian dilakukan secara manual. Luas area lahan terdampak longsor diperkirakan mencapai 100 meter persegi dengan ketinggian mencapai sekitar 15-20 meter.

Petugas menyebar menyisir titik-titik material longsor. Upaya petugas membuahkan hasil, sekitar pukul 06.30, petugas berhasil menemukan dua warga yang tertimbun material longsor.

Masing-masing Winarti, 40, dan anaknya, Makruf, 12. Ibu dan anak ini ditemukan dalam kondisi selamat.

”Keduanya mengalami luka dan langsung dilarikan ke RS Kristen Mojowarno untuk mendapatkan perawatan medis,” imbuhnya.

Petugas gabungan mulai dari unsur BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan dan warga terus melakukan upaya pencarian.

Setelah berjam-jam menyisir areal longsor, sekitar pukul 11.50, petugas berhasil menemukan korban Andin, 9.

Ia ditemukan tertimbun di kedalaman sekitar 1,5 meter dalam tanah. Nahas, bocah yang masih duduk di bangku SD ini ditemukan sudah tidak bernyawa.

Tubuhnya tertimbun reruntuhan puing-puing bangunan rumah yang hancur.

Dari informasi yang ia dapat, saat kejadian korban diduga berlari untuk membangunkan ayahnya yang saat itu masih tidur di kamar.

”Korban kita temuan sudah meninggal dunia tertimbun material longsor. Jasad korban selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit,” bebernya.

Tak berhenti sampai di situ, petugas terus melanjutkan upaya pencarian korban Duncan Ismail, 60, yang tak lain ayah Andin.

”Masih ada satu korban yang belum berhasil kita temukan, proses pencarian akan terus kita lanjutkan,” tandas Wiku.  (riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Rumah 123.com #warga #sambirejo #Jumok #Wonosalam #rumah #meninggal dunia #belum ditemukan #tanah longsor