JombangBanget.id – G, 4, balita asal Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Jombang sempat dinyatakan hilang saat bermain hujan-hujan Selasa (14/1) sore.
Setelah dilakukan pencarian, Rabu (15/1) siang jasadnya ditemukan telah meninggal dunia di dalam sungai besar desa setempat.
Kepala Desa Galengdowo, Wonosalam, Wartomo, menjelaskan, hilangnya balita itu bermula saat G bersama kakaknya sedang bermain hujan-hujan sekitar pukul 16.00.
’’Sore itu, dia main hujan-hujan sama kakaknya yang masih kelas 2 SD, mereka main di pinggir rumahnya,’’ ungkapnya.
Saat asyik bermain, petir menyambar dan sang kakak langsung lari menyelamatkan diri.
’’Saat itu kakaknya lari ke teras rumah, sementara adiknya kemungkinan terpeleset. Tapi setelah itu tidak diketahui keberadaannya,’’ terangnya.
Hal itu kemudian diberitahukan kepada si ibu. Saat si ibu mengecek, tak menemukan G. Upaya pencarian pun dilakukan hingga Rabu (15/1) dini hari.
Petugas menyisir sejumlah selokan hingga saluran yang berhubungan dengan selokan dekat rumah korban.
’’Sampai dini hari tadi pencarian sudah sejauh enam kilometer korban belum ditemukan,’’ terangnya. Rabu pagi hari, pencarian kembali dilakukan.
Hingga akhirnya, sekitar pukul 13.50, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
’’Korban sudah ditemukan pada Rabu (15/1) sekitar pukul 13.50,’’ terang Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas.
Korban ditemukan setelah tim gabungan melakukan penyisiran di sejumlah lokasi.
Korban ditemukan di dalam sungai besar yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya.
’’Dugaan awal korban terseret air di parit dekat rumahnya, air itu kemudian mengalir sampai korban terbawa ke sungai,’’ jelasnya.
Jasad korban telah dievakuasi dari lokasi kejadian dan dibawa ke rumah duka.
Petugas tengah melakukan visum luar pada jasad korban.
’’Pihak keluarga sudah mengaku ikhlas dengan kematian korban, mungkin setelah ini akan langsung diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,’’ bebernya. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz