JombangBanget.id – Diduga alami depresi berat, DR, 39, seorang perempuan nekat mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara menceburkan diri ke Sungai Catakbanteng, Kecamatan Mojoagung, Jombang (25/12).
Beruntung aksi nekat itu berhasil digagalkan warga.
Amiril, 31, warga setempat menjelaskan, peristiwa percobaan bunuh diri itu terjadi pada Rabu (25/12) sekitar pukul 17.00.
Semula, sambung Amiril, perempuan tersebut berboncengan motor dengan rekannya. Tak lama setelah melintas di jembatan Dusun Banaran, tiba-tiba ia turun dari motor hendak menceburkan diri ke sungai.
”Setahu saya orang itu berdua naik motor, terus yang satu turun mau loncat ke sungai. Setelah itu saya hampiri dan saya angkat sama orang-orang agar tidak loncat ke sungai,” kata Amiril (26/12).
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kondisi perempuan tersebut, saat ditolong warga dari atas jembatan terlihat linglung.
”Ya kayak linglung orangnya. Setelah itu dibawa ke kontrakannya sama orang-orang. Karena aslinya orang itu bukan warga sini,” ujarnya.
Ia menyebut pada saat perempuan tersebut hendak meloncat ke sungai, kondisi arus sungai cukup deras, dan kedalaman sungai mencapai sekitar 5 meter.
”Ya kedalaman sungai ini 5 meter. Kemarin sempat mau loncat itu, tangannya pegangan jembatan, dan kakinya sudah bergelantungan tapi beruntung dicegah warga,” tuturnya.
Ia pun menjelaskan bahwa diduga perempuan tersebut sedang terlilit masalah keluarga sehingga nekat ingin mengakhiri hidupnya.
”Ya kayaknya lagi ada masalah keluarga, kayaknya,” kata Amiril.
Baca Juga: Antisipasi Kejahatan Jalanan, Puluhan Remaja Mabuk di Jombang Digaruk Polisi
Sementara itu, Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas membenarkan adanya peristiwa percobaan bunuh diri yang viral di media sosial (medsos).
”Terkait dengan adanya video viral di media sosial, kami telusuri dan lakukan penyelidikan, dan hasilnya memang benar adanya kejadian percobaan bunuh diri itu,” ujarnya.
Beruntung aksi itu berhasil digagalkan warga.
Dari hasil pemeriksaan terhadap korban, diketahui bahwa niat untuk bunuh diri itu, dikarenakan himpitan faktor ekonomi.
”Pada saat diperiksa, dia itu berhalusinasi setelah meminum alkohol. Disamping itu korban ini memiliki anak 3 yang masih kecil-kecil. Tapi yang paling jelas faktor yang mempengaruhi ya karena himpitan ekonomi,” tuturnya. (riz/naz)
Catatan redaksi: Jangan remehkan depresi. Layanan resmi milik pemerintah nomor darurat 119 yang dapat digunakan untuk mencegah tindakan bunuh diri.
Editor : Ainul Hafidz