JombangBanget.id – Dua gadis cilik asal Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Jombang ditemukan tewas tenggelam di kubangan air diduga bekas kegiatan penambangan galian C tak jauh dari rumahnya, Senin (9/12).
Keduanya, sempat dinyatakan hilang usai pulang ngaji.
Dari data yang dihimpun, kedua gadis kecil itu, yakni NAH, 9, dan NLM, 7, yang sehari-hari tinggal di Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben.
”Keduanya ini anak yang ikut orang tuanya di Jombatan. Sudah lama tinggal di sini memang, namun bukan KTP Jombatan,” terang Kades Jombatan M Hufron.
Kejadian nahas itu, diketahui Senin (9/12) sore. Kedua gadis yang juga kakak beradik itu, semula pergi ke masjid untuk mengaji.
”Jadi setelah itu tidak pulang, sampai sore jadi hilangnya dilaporkan setelah asar itu,” lontarnya.
Upaya pencarian pun dilakukan orang tua gadis cilik itu bersama sejumlah warga.
Hingga akhirnya, sekitar pukul 19.00, kedua gadis ini ditemukan tenggelam di sebuah kubangan kondisi tak bernyawa.
”Ditemukannya sekitar Isya, posisinya ditemukan di kubangan bekas kolam ikan,” terangnya.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang bakal melakukan pengecekan ke lokasi terkait adanya kubangan yang diduga bekas galian C yang merenggut dua bocah asal Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben tersebut.
Pihaknya saat ini sedang melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
”Ini kami lakukan pengecekan data tambang yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait adanya tambang atau tidak di wilayah tersebut,” ujar Kabid Konservasi DLH Jombang Lilik Purwanti saat dikonfirmasi, Rabu (11/12).
Dijelaskan Lilik, dari data tersebut tidak ditemukan adanya kegiatan galian C di daerah tersebut.
”Ternyata di data tidak ada kegiatan tambang di wilayah itu,” ungkapnya.
Meski begitu, untuk memastikan pihaknya melakukan koordinasi dengan Bagian Pemerintahan Pemkab Jombang dan Pemerintah Provinsi Jatim.
”Meski izin tambang sekarang ada di Pemerintah Provinsi Jawa Timur, akan tetapi pemkab mempunyai tim dan itu ada di bagian perekonomian (Setdakab Jombang, Red). Jadi, kami melakukan koordinasi dengan mereka,” bebernya.
Untuk itu, pihaknya juga akan menunggu hasil koordinasi yang dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
”Kemungkinan nanti kita akan turun bersama-sama dengan pemerintah provinsi untuk memastikan itu dulunya bekas tambang galian atau seperti apa,” pungkas Lilik. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz