JombangBanget.id – Kelompok gangster kembali berulah di Jombang.
Kali ini mereka menyerang warga di Jl Raya Mojoagung, Jombang.
Aksi kelompok gangster bersajam terekam CCTV dan viral di media sosial.
Polisi tengah memburu para pelaku yang diperkirakan berjumlah belasan pemuda ini.
Video rekaman CCTV aksi gangster di Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung, Jombang, beredar luas di sejumlah media sosial.
Dalam video itu, terlihat beberapa pemuda yang tengah menaiki motor bonceng tiga menyerang warga di pinggir jalan.
Beberapa saat kemudian, para pelaku itu melarikan diri sambil membawa lari sebuah motor.
”Kejadiannya itu Rabu (2/10) dini hari, sekitar pukul 00.00 WIB,” terang Mr, 36, saksi mata di lokasi.
Mr menjelaskan, malam itu ia dan beberapa orang itu tengah duduk-duduk santai.
Mereka, tengah menghabiskan malam setelah sebelumnya melaksanakan liwetan.
”Kebetulan habis liwetan di warung, ada beberapa sepeda (motor) di depan warung, langsung terjadi penyerangan dilempar batu bata dan beberapa orang turun,” lanjutnya.
Sejumlah orang di depan warungnya itu, disebut MR langsung kabur dari lokasi.
Terlebih saat mengetahui beberapa anggota gangster itu tengah membawa senjata tajam.
”Setelah semua lari, satu pelaku membawa sepeda motor vario putih milik warga Gambiran yang ada di warung,” lontarnya.
MR menyebut, aksi yang dilakukan sekitar 15 orang yang menaiki lima motor itu berlangsung singkat.
Bahkan, usai membawa lari motor itu, warga juga sempat mengejar para pelaku.
”Dikejar mereka sama warga, masuk gang Taman Siswa, sampai akhirnya menghilang. Motornya (warga yang dibawa) akhirnya ditemukan karena ada GPS-nya. Posisinya ditinggal di Penanggalan gang Hotel Mulya,” imbuhnya.
Kejadian itu, dibenarkan Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas. Yogas menjelaskan, korban sudah melaporkan kasus itu ke pihak berwajib.
”Kejadiannya Rabu dini hari, dua orang sudah laporan. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa,” terangnya.
Yogas menambahkan, dari hasil pemeriksaan awal, diduga kuat para pelaku itu adalah sejumlah pemuda yang resek dan memang niat berbuat onar.
”Karena korban mengaku tidak kenal, dan tiba-tiba mereka melempar batu dan membawa senjata tajam. Bahkan ambil motor juga ternyata ditinggal motornya, artinya niatnya bukan curanmor,” lontarnya.
Pihaknya menyebut, hingga kini masih melakukan sejumlah penyelidikan untuk memburu para pembuat onar tersebut.
”Masih dalam penyelidikan, kami masih mendalami kasusnya, juga mempelajari CCTV yang ada di sekitar lokasi,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz