JombangBanget.id – Disperpusip Kabupaten Jombang memanfaatkan kegiatan mendongeng sebagai pendekatan untuk mengenalkan literasi kepada anak-anak dalam Festival Literasi 2026, Rabu (14/10).
Sebanyak 150 guru dan siswa SD/MI mengikuti kegiatan yang memadukan sesi mendongeng bagi siswa dengan pelatihan teknik bercerita untuk guru.
Melalui pendekatan ini, peserta diharapkan dapat mengenal sekaligus mempraktikkan metode penyampaian cerita yang menarik.
Baca Juga: Binrohtal: Dari Rendah Hati hingga Hisab, Ini Lima Kemuliaan Umat Nabi Muhammad
’’Kegiatan hari kedua ini workshop teknik mendongeng bagi guru dan sesi mendongeng untuk siswa,’’ kata Kepala Disperpusip Kabupaten Jombang, Thonsom Pranggono AP ME.
Para guru mendapatkan materi mengenai proses mendongeng, teknik penyampaian cerita, hingga cara menampilkan dongeng di hadapan audiens.
Materi disampaikan oleh Kak Tobi, pendongeng kondang dari Surabaya. Sementara itu, sesi mendongeng bagi anak-anak dibawakan oleh Kak Zaki.
Pemilihan metode mendongeng dilatarbelakangi upaya mencari pendekatan literasi yang lebih mudah diterima anak-anak.
Baca Juga: Binrohtal: 5 Tanda Ini Menunjukkan Seseorang Dicintai Allah
Sebab, mengenalkan buku dan aktivitas membaca secara langsung kepada anak terkadang membutuhkan metode pendamping yang lebih menarik.
”Anak-anak itu kalau membaca buku agak susah. Kita berusaha mencari cara berliterasi melalui media yang gampang dan mudah diterima oleh anak-anak. Salah satunya dengan mendongeng,” jelasnya.
Dia berharap kegiatan tersebut menjadi salah satu alternatif untuk mendekatkan anak-anak dengan dunia literasi sejak dini.
Diharapkan, semakin banyak siswa yang tertarik mengembangkan kemampuan bertutur dan berani tampil di depan umum.
Guru juga diharapkan dapat menerapkan teknik mendongeng sebagai salah satu metode pengenalan literasi di sekolah.
Baca Juga: Sebagai Wanita Karier, Begini Cara Siska Puspitasari Jaga Keseimbangan Kerja dan Keluarga
”Setidaknya anak-anak tahu mendongeng itu seperti apa. Jangka panjangnya, setiap tahun kami juga ada lomba bertutur. Jadi, anak-anak yang sudah mengenal kegiatan mendongeng ini nantinya bisa diikutkan dalam lomba tersebut,’’ urainya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz