JombangBanget.id - Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid menilai pengemasan ludruk secara kreatif dan kontemporer menjadi salah satu cara menjaga kesenian tradisional tetap diminati generasi muda.
Hal itu disampaikannya saat mengapresiasi pementasan Ludruk Kontemporer WUH dalam peringatan Hari Jadi ke-116 Pemkab Jombang ke-116.
Dia hadir mewakili Bupati Jombang Warsubi.
Baca Juga: Student Journalism: Membagi Waktu, Meraih Keberhasilan
Menurut Gus Salman, ludruk merupakan salah satu kesenian khas Jawa Timur yang tidak hanya menyimpan nilai budaya, tetapi juga merekam kehidupan sosial masyarakat.
Karena itu, pelestariannya membutuhkan dukungan bersama, baik dari pemerintah maupun masyarakat.
”Atas nama Pemkab Jombang kami mengapresiasi kegiatan pementasan ludruk kontemporer WUH. Pengemasan ludruk melalui pendekatan kontemporer menjadi langkah positif untuk memperluas jangkauan penonton, terutama generasi muda. Dengan begitu, kesenian tradisional tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman,’’ ujarnya.
Dia menegaskan, dukungan terhadap kegiatan seni dan budaya perlu berjalan beriringan dengan upaya melestarikan serta mengembangkan potensi budaya lokal.
Baca Juga: Sambil PKL, 260 Siswa SMKN Wonosalam Jombang Kerjakan Tryout TKA
Ruang apresiasi harus terus dibuka agar seniman leluasa berkarya, sekaligus mendekatkan masyarakat dengan kesenian daerah.
”Melalui kegiatan seperti ini, pelestarian budaya diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan pertunjukan semata. Keberlanjutan pembinaan seniman, ruang berekspresi, serta keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting agar ludruk tetap tumbuh dan diminati masyarakat,’’ pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz