JombangBanget.id - Sebanyak 606 mahasiswa Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas, Jombang resmi diwisuda, Minggu (4/10).
Dengan pesan dari pimpinan kampus dan pejabat yang hadir agar lulusan berani mengambil peluang, adaptif terhadap perubahan, serta terus meningkatkan kompetensi.
Pesan itu mengemuka dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Unwaha di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang.
Baca Juga: Student Journalism: Hari Kesaktian Pancasila
Kegiatan diawali pembacaan surat keputusan rektor dan prosesi wisuda, dilanjutkan orasi ilmiah serta pemberian penghargaan kepada wisudawan terbaik.
Rektor Unwaha Jombang Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. mengatakan, kelulusan bukan menjadi akhir perjalanan mahasiswa.
Sebaliknya, mereka memasuki tahap baru dengan tantangan kehidupan yang berbeda.
”Ini bukan akhir, ini awal dari langkah kalian menuju laboratorium kehidupan yang baru,” ujarnya.
Baca Juga: Student Journalism: Sehat Tanpa Es
Gatot juga mengingatkan lulusan untuk terus meningkatkan kompetensi tanpa meninggalkan kearifan lokal. Integritas, menurutnya, harus menjadi bekal utama ketika mereka terjun ke masyarakat.
”Peliharalah integritas karena itu akan jadi mata uang yang berlaku di belahan dunia manapun,” katanya.
Pesan keberanian juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan. Saat memberikan orasi ilmiah, Zulhas mengajak lima mahasiswa maju ke depan dan menanyai mereka tentang pertanian.
”Jadi saya akan membagikan salah satu cara kita menjadi sukses. Kuncinya adalah berani, itu yang pertama,” ujarnya.
Menurut Zulhas, para lulusan Unwaha tidak perlu takut menghadapi masa depan karena telah memiliki bekal pendidikan.
Dia juga menceritakan pengalaman hidupnya yang sejak kecil menghadapi keterbatasan akses pendidikan dan fasilitas di kampungnya di Lampung Selatan.
Baca Juga: HUT INI-IPPAT di Jombang, Fun Walk Sediakan 200 Doorprize
”Kampung saya tidak ada listrik, sekolah juga sangat sederhana. Tapi dengan modal keberanian dan ilmu kehidupan, saya bisa mencapai posisi tinggi,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak yang hadir mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengingatkan para wisudawan untuk tidak berhenti belajar.
Perubahan yang cepat membuat lulusan harus mampu beradaptasi dan menguasai lebih dari satu bidang.
”Kita hidup di era turbulensi. Apa yang hari ini baik, besok bisa jadi berubah,” katanya.
Baca Juga: Binrohtal: Tiga Hak Anak dalam Islam, Ini Kewajiban Orang Tua
Emil mencontohkan perkembangan artificial intelligence (AI) yang terus memunculkan diskursus baru, termasuk terkait teknologi, lingkungan, dan keamanan. Karena itu, kemampuan multidisiplin menjadi penting.
”Ini bukan akhir, pembelajaran harus terus berjalan. Kita juga harus bisa multidisiplin,” ujarnya.
Dia menegaskan, masa depan lulusan tidak harus terpaku pada bidang yang tertulis di ijazah.
”Karir seseorang tidak divonis dan dikunci dari yang tertulis di ijazah,” pungkasnya.
Wisuda tersebut juga menjadi momentum penting bagi Unwaha karena untuk pertama kalinya kampus tersebut meluluskan mahasiswa magister dari program pascasarjana.
Kegiatan dihadiri pengurus Yayasan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, perwakilan perguruan tinggi di Jombang, serta segenap civitas akademika Unwaha. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz