JombangBanget.id – Sebanyak 100 siswa pendidikan kesetaraan di Kabupaten Jombang tidak mendaftar TKA setelah pendaftaran ditutup, 27 September 2026.
Dari total 766 siswa di 32 lembaga, sebanyak 666 siswa dari 28 lembaga tercatat sebagai peserta.
’’Selain 100 siswa yang tidak mendaftar, terdapat empat satdik pendidikan kesetaraan yang tidak dapat mengikuti TKA,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang, Maria Ulfah.
Baca Juga: Pengadaan 15 Mobil Dinas di Jombang Masuk Tahap Pengadaan
Hal itu karena satuan pendidikan tidak memiliki kelas akhir Paket C. Sementara sebagian lainnya memiliki kelas akhir, tetapi masuk kategori residu sehingga data siswa belum turun ke proses verifikasi dan validasi peserta didik (VervalPD).
’’Satuan pendidikan yang menjadi penyelenggara TKA telah melakukan persiapan untuk pelaksanaan ujian,’’ terangnya.
Jombang memiliki 32 lembaga pendidikan kesetaraan dengan 766 siswa. Sebanyak 28 lembaga mendaftar dengan 666 siswa. Persentase kepesertaannya 86.95 persen.
Pelaksanaan TKA pendidikan kesetaraan juga mempertimbangkan kondisi peserta didik Paket C yang sebagian sudah bekerja.
Baca Juga: Kontrak Diperpanjang, Ini Pesan Bupati Warsubi untuk PPPK Paruh Waktu Jombang
Karena itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan jadwal khusus bagi peserta TKA pendidikan kesetaraan.
’’Peserta Paket C banyak yang pekerja. Sehingga terdapat kebijakan dari pemerintah pusat untuk pelaksanaan jadwal TKA kesetaraan dengan memberi jadwal khusus,’’ jelasnya.
Pelaksanaan TKA kesetaraan dijadwalkan selama empat hari pada Sabtu dan Minggu di pekan pertama dan kedua November.
Seluruh rangkaian ujian harus diikuti peserta secara lengkap dan tidak boleh ada tahapan yang terlewat selama empat hari pelaksanaan.
Rincian jadwal TKA kesetaraan, 31 Oktober dan 1 November gelombang khusus mata pelajaran wajib. 7 dan 8 November gelombang khusus mata pelajaran pilihan.
Sedangkan pelaksanaan TKA susulan pada 21 dan 22 November untuk gelombang khusus mata pelajaran wajib. 28 dan 29 November gelombang khusus mata pelajaran pilihan. Serta 23 Desember pengumuman hasil. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz