JombangBanget.id — SDN Jombang 3 mulai memetakan potensi siswa melalui Arjoga Got Talent yang digelar perdana, Senin (28/9).
Selain menjadi panggung bagi siswa untuk tampil, kegiatan ini digunakan sekolah untuk mengenali minat dan bakat mereka agar dapat diarahkan melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun pendampingan khusus.
Kepala SDN Jombang 3, Zumaroh Is’adah, mengatakan Arjoga merupakan kependekan dari Arek Jombang Tiga. Ajang dirancang untuk menggali bakat, minat, serta potensi siswa sejak dini, mulai dari seni, olahraga, keagamaan hingga kepemimpinan.
Baca Juga: Kali Ngotok Ring Kanal Dipenuhi Eceng Gondok, Dinas PUPR Jombang Janji Turun Tangan
”Kami ingin memilah dan memilih bakat bawaan, minat, baik dari segi prestasi akademik maupun nonakademik. Termasuk karya seni, olahraga, maupun bidang kepemimpinan,” ujarnya.
Menurut Zumaroh, kegiatan berangkat dari evaluasi terhadap kondisi siswa selama beberapa bulan terakhir. Pihak sekolah melihat masih ada siswa yang kurang percaya diri dan enggan tampil ketika diminta mengikuti kegiatan.
Karena itu, Arjoga Got Talent diharapkan dapat membangkitkan semangat, meningkatkan prestasi, sekaligus membangun rasa percaya diri dan resiliensi siswa dalam menghadapi berbagai tantangan.
Dalam kegiatan perdana, setiap kelas mengirimkan sekitar lima hingga enam talenta. Penampilan siswa cukup beragam, mulai dari qiraah, tahfiz, banjari, nadhom, bahasa Inggris, karate, menyanyi, tari kreasi, tari tradisional, hingga kemampuan menggambar.
Baca Juga: 95 Desa Terkendala Lahan, Pemkab Jombang Tunggu Arahan Pusat
Zumaroh menyebut salah satu talenta olahraga yang ditampilkan adalah karate. Siswa sebelumnya berhasil meraih juara pertama tingkat Jawa Timur dalam kejuaraan yang berlangsung di Tuban dan Lamongan.
”Setiap kelas ada perwakilan lima sampai enam talenta,” katanya.
Hasil pemetaan minat dan bakat selanjutnya akan disampaikan kepada orang tua. Sekolah akan mengajak paguyuban dan wali murid untuk bersama-sama mengarahkan potensi anak sesuai minatnya.
Zumaroh menekankan, orang tua tidak perlu memaksakan anak menguasai semua bidang. Siswa yang memiliki bakat seni, olahraga, keagamaan, maupun bidang lain akan diarahkan untuk mendapatkan pendampingan lebih sesuai potensinya.
Sekolah juga telah menyediakan sejumlah kegiatan ekstrakurikuler, seperti tari, seni musik, voli, karate, BTQ, pramuka, dan banjari.
Sementara bakat yang belum memiliki wadah di sekolah akan dicarikan pendampingan dari luar.
Baca Juga: 300 Kios Pasar Disegel, Pemkab Jombang Siapkan untuk Pedagang Baru
”Kalau anak berbakat qiraah, misalnya, kami minta orang tuanya mencarikan guru privat. Jadi bakatnya bisa terus dikembangkan,” jelasnya.
Arjoga Got Talent juga diproyeksikan menjadi agenda rutin. Zumaroh mengatakan kegiatan akan digelar setiap akhir bulan sebagai sarana evaluasi dan peningkatan kemampuan siswa.
”Setiap akhir bulan kami gelar. Nanti dievaluasi, mulai dari sarana panggung, persiapan, artistik, dan lainnya. Karena ini perdana, kami masih sederhana,” pungkasnya. (wen/ang)
Editor : Ainul Hafidz