JombangBanget.id – Sebanyak 33 posisi kepala sekolah di Jombang masih kosong di tengah proses penyiapan 80 Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) yang lolos seleksi substansi.
Para calon kini menjalani pendidikan dan pelatihan serta mentoring untuk mempelajari praktik tata kelola sekolah.
’’Ada 80 BCKS yang lolos seleksi substansi,’’ kata Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Sekolah Dasar Disdikbud Jombang, Heri Mujiono.
Baca Juga: Dua Vario Beradu di Kwaron Jombang, Satu Pengendara Tewas
Tahapan seleksi calon kepala sekolah telah dilaksanakan sejak awal Agustus. Mengacu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. Guru yang memiliki pangkat minimal III C dapat mengikuti seleksi administrasi.
Tercatat ada 117 peserta yang dinyatakan lolos dan mengikuti tes substansi yang diselenggarakan langsung oleh Kemendikdasmen.
Dari jumlah itu, sebanyak 80 peserta dinyatakan lolos. Rinciannya, lima BCKS TK, 73 BCKS SD, dan dua BCKS SMP.
Mereka mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan 21-30 September.
Baca Juga: Investasi Masuk Jombang Rp 1,55 Triliun, Ini Sektornya
Juga menjalani proses mentoring dengan belajar secara langsung di sekolah yang dinilai memiliki tata kelola baik.
Pembelajaran secara empiris menjadi bagian dari kurikulum diklat calon kepala sekolah.
’’Di kurikulumnya tidak hanya teoritis, tetapi juga belajar secara empiris. Ada proses mentoring dari sekolah-sekolah yang sudah mampu mengelola tata kelola dengan baik,’’ terangnya.
Disdikbud menyiapkan 10 sekolah mentor. Pemilihan sekolah disesuaikan dengan jenjang peserta.
BCKS dari jenjang TK akan mendapatkan mentoring di TK. Begitu pula BCKS SD dan SMP yang diarahkan belajar di sekolah sesuai jenjangnya.
Proses mentoring berlangsung selama empat hari. Selama kegiatan, peserta diharapkan dapat melihat secara langsung bagaimana sekolah mengelola berbagai aspek pendidikan dan kepemimpinan.
Tak berhenti pada kunjungan lapangan, kepala sekolah yang menjadi mentor juga akan dihadirkan dalam sesi kelas.
Baca Juga: KDAW Tuntas, Dua Kades di Jombang Segera Dilantik
Mereka akan memaparkan visi serta berbagai keunggulan tata kelola sekolah masing-masing.
Dengan metode ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep kepemimpinan sekolah dari materi pelatihan. Tapi mereka juga mendapat gambaran praktik pengelolaan sekolah yang telah berjalan.
’’Jadi mereka bisa belajar dari sekolah yang memang sudah mampu mengelola tata kelola dengan baik,’’ tegas Heri.
Hingga kemarin terdapat 33 kepala sekolah yang kosong. Rinciannya, tujuh jenjang TK, 20 SD dan enam di SMP. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz