JombangBanget.id — Program revitalisasi 36 SDN di Kabupaten Jombang mendapat pagu sekitar Rp 31,8 miliar.
Dengan seluruh sekolah penerima kini mulai mengerjakan perbaikan gedung secara swakelola.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Bidang Pembinaan SD Disdikbud Jombang Ahmad Jalaluddin mengatakan, pihaknya menggunakan data dari konsultan sebagai gambaran pagu, sehingga angka tersebut belum bisa disebut sebagai total anggaran definitif.
Baca Juga: Bansos Ditangguhkan karena Judol, KPM di Jombang Bisa Sanggah
”Paling tidak tidak jauh dari itu, karena dalam pekerjaan revitalisasi ini, Disdikbud hanya sebagai memnfasilitasi saja. Yang tahu persis nilai anggaran sekolah masing-masing,” katanya.
Delapan sekolah yang mengerjakan revitaliasi lebih awal SDN Brambang dengan pagu anggaran Rp 1,1 miliar, disusul SDN Wonosalam 5 Rp 967,5 juta dan SDN Sukoiber 1 Rp 822,08 juta.
Sementara itu, SDN Sumberjo 3 mendapat alokasi Rp 753 juta, SDN Wangkal Kepuh Rp 692,42 juta, SDN Mlaras Rp 653,64 juta, SDN Ngudirejo 1 Rp 536,4 juta, serta SDN Kudubanjar 2 Rp 348,4 juta.
Sementara itu, 28 SD yang baru mengerjakan revitalisasi SDN Tejo 3 mendapat alokasi terbesar, yakni Rp 1.290.831.324.
Baca Juga: Panen Tembakau Jombang Baru Separo, Rampung Oktober
Kemudian SDN Bawangan sebesar Rp 1,2 miliar, SDN Made Rp 1.178.106.000, SDN Pucangsimo 2 Rp 1.172.810.000, serta SDN Jombok 2 Rp 1.169.858.100.
Berikutnya, SDN Pulorejo 1 mendapat pagu Rp 1.116.595.913, SDN Jombang 4 Rp 1.087.170.000, SDN Gambiran Rp 1.069.613.253, SDN Bakalanrayung Rp 1.038.124.000, SDN Cukir 1 Rp 1.034.645.346, serta SDN Pakel 2 dan SDN Mojojejer 1 masing-masing Rp 1.017.943.000.
Sementara itu, SDN Cukir 2 tercatat mendapat pagu Rp 968 juta, SDN Kepuhkembeng 1 Rp 964.384.000, SDN Mojokambang 2 Rp 953.872.000, SDN Kesamben 2 Rp 950.738.000, SDN Brangkal 2 Rp 920.000.001, dan SDN Blimbing Rp 903.986.804.
Selanjutnya, SDN Kebonagung mendapat pagu Rp 882.062.486, SDN Sugihwaras 1 Rp 790.128.000, SDN Kepanjen 1 Rp 788 juta, SDN Sidokaton dan SDN Kalikejambon masing-masing Rp 760.142.980, SDN Pulorejo 4 Rp 705 juta, SDN Mojodanu 1 Rp 711 juta, serta SDN Dukuhdimoro Rp 549 juta.
Adapun pagu SDN Rejoagung 1 sebesar Rp 511.705.150 dan SDN Pucangro 2 menjadi yang paling rendah, yakni Rp 480 juta.
Jalal menjelaskan, angka tersebut masih berupa data pagu yang diperoleh dari konsultan.
Baca Juga: RSUD Jombang Siapkan Amdal, Radioterapi Mulai Dirancang
Disdikbud belum dapat memastikan seluruh nominal sudah sesuai dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) masing-masing sekolah.
”Kadang konsultan tidak lihat di PKS-nya,” jelasnya.
Karena itu, data tersebut masih perlu dicocokkan dengan dokumen PKS setiap lembaga. Jalal menyebut seluruh sekolah tambahan tersebut sudah mulai mengerjakan revitalisasi. ”Sudah mulai semua,” ujar jalal.
Enam sekolah yang sempat tertinggal dari 22 sekolah lain, karena pencairan anggaran tidak bersamaan kini juga sudah mulai mengerjakan revitalisasi. Seluruh revitalisasi dikerjakan dengan sistem swakelola. (wen/ang)
Editor : Ainul Hafidz