Tari Ringin Contong, Karya Himpaudi untuk Kenalkan Budaya Jombang

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 06:21 WIB
KOMPAK: Himpaudi Jombang menggelar pelatihan Tari Ringin Contong di Aula MAN 4 Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, Sabtu (12/9). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
KOMPAK: Himpaudi Jombang menggelar pelatihan Tari Ringin Contong di Aula MAN 4 Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, Sabtu (12/9). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Tari Ringin Contong yang diciptakan Himpaudi Kabupaten Jombang dikenalkan kepada 584 peserta dalam pelatihan di Denanyar, Sabtu (12/9).

Dengan tujuan menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini.

Ini sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan budaya daerah sekaligus mengenalkan identitas Kabupaten Jombang kepada anak-anak sejak usia dini.

Baca Juga: Koperasi di Jombang Hadapi Kendala Modal, Ini yang Harus Disiapkan

’’Pelatihan diikuti 584 peserta dari keluarga besar Himpaudi Kabupaten Jombang,’’ kata Ketua Himpaudi Kabupaten Jombang, Purnomo.

Dihadiri Kepala Bidang Pembinaan PAUD PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Maria Ulfah SHut MM., bersama Ketua Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Kabupaten Jombang, Khoirul Anam SPdI.

Tari Ringin Contong merupakan karya yang lahir dari kecintaan Himpaudi terhadap budaya dan identitas Kabupaten Jombang.

’’Tari Ringin Contong ini kami ciptakan sebagai bentuk kecintaan Himpaudi terhadap budaya Jombang. Kami ingin anak-anak sejak usia dini sudah mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri,’’ ungkap Purnomo.

Baca Juga: Ufaira Kembali Juara, Kali Ini di Porkab Catur Jombang

Ringin Contong dipilih karena memiliki nilai dan simbol yang kuat sebagai salah satu ikon Kabupaten Jombang.

Melalui karya tari tersebut, Himpaudi ingin mengemas identitas daerah dalam bentuk seni yang lebih dekat dengan dunia anak dan pendidikan PAUD.

’’Harapannya, Tari Ringin Contong ini tidak hanya ditampilkan dalam seremonial. Tetapi bisa terus dikembangkan dan dikenal lebih luas sebagai salah satu karya seni yang membawa nama Jombang,’’ jelasnya.

Baca Juga: Student Journalism: Jangan Malu Tampil

Banyaknya peserta pelatihan menunjukkan besarnya antusiasme para pendidik PAUD dalam mendukung pelestarian budaya lokal.

’’Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat luar biasa. Sebanyak 584 peserta mengikuti pelatihan ini. Bagi kami, ini bukan sekadar belajar tari, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga dan melestarikan budaya Jombang,’’ urainya. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
Ringin contong budaya Jombang tari himpaudi