Proyek Seragam Gratis Jombang Molor, Deadline Diperpanjang 30 September

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 08:14 WIB
RAPI: Koordinator penjahit di Desa Plosogeneng Kecamatan Jombang melakukan packing seragam yang sudah selesai dijahit, (3/9). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
RAPI: Koordinator penjahit di Desa Plosogeneng Kecamatan Jombang melakukan packing seragam yang sudah selesai dijahit, (3/9). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

JombangBanget.id — Penyelesaian proyek seragam gratis untuk siswa SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Jombang molor dari target 20 September menjadi 30 September 2026.

Disdikbud Jombang memperpanjang deadline karena pengerjaan oleh para penjahit membutuhkan waktu lebih panjang, dengan progres keseluruhan kini mendekati 80 persen.

’’Perpanjangan waktu diberikan karena proses pengerjaan seragam oleh penjahit membutuhkan waktu lebih panjang,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang, Rhendra Kusuma.

Baca Juga: Izin Klinik Habis 2027, Perumda Seger Jombang Disiapkan Jadi Perseroda

Kontrak dengan para penjahit telah berjalan sejak Juli. Namun bahan kain saat itu belum seluruhnya datang. Kain baru tiba seluruhnya pada akhir Juli hingga awal Agustus.

Proses penjahitan saat ini terus dikebut. Pengerjaan seragam secara keseluruhan telah mendekati 80 persen.

’’Sekarang pengerjaannya sudah di atas 75 persen mendekati 80 persen,’’ jelasnya.

Setelah seluruh proses jahit rampung, seragam tidak perlu dikumpulkan terlebih dahulu di kantor Disdikbud.

Penjahit akan mendistribusikan langsung hasil pengerjaan ke sekolah penerima.

Baca Juga: Ditawarkan Pemkab Jombang, Proyek Sapi Potong Dilirik Investor

’’Nanti dari penjahit langsung ke sekolah, tidak perlu ke dinas,’’ terangnya.

Penyerahan seragam secara simbolis nantinya dilakukan setelah seluruh pengerjaan selesai. Namun, lokasi penyerahan tersebut masih belum ditentukan.

’’Menunggu yang lain semua selesai dulu, baru diserahkan secara simbolis oleh kepala dinas,’’ ucapnya. 

Tahun ini, siswa akan memperoleh dua setel seragam gratis.

Seragam nasional merah putih dan pramuka untuk SD/MI. Serta putih biru dan pramuka untuk SMP/MTs.

Biaya penjahitan untuk SD/MI, Rp 95 ribu per setel. Sedangkan SMP/MTs Rp 105 ribu per setel. Nominal tersebut sudah termasuk pajak.

Baca Juga: Bank Jombang Raih TOP GRC #Star 4, Dirut Sabet GRC Leader

Total anggaran penjahitan Rp 5.980.000.000 untuk SMP/MTs. Serta Rp 3.920.000.000 untuk SD/MI. 

Sedangkan nilai anggaran pengadaan kain Rp 3,51 miliar untuk SD/MI. Serta SMP/MTs Rp 5,34 miliar.

Jumlah seragam mencapai 46 ribu. Rincianya, 20 ribu siswa kelas 1 SD/MI. Serta 26 ribu siswa kelas VII SMP/MTs. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
siswa molor proyek seragam gratis Jombang